Bencana Terjang Garut Selatan, 2 Meninggal 1 Terkubur

133
0
Loading...

CISEWU – Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Garut. Akibatnya dua wilayah di selatan Garut diterjang longsor dan banjir bandang. Dalam peristiwa itu dua orang meninggal dunia akibat tertimpa material longsor dan terbawa banjir, sementara satu orang dilaporkan hilang diduga tertimbun material longsor.

Kepala Bidang pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Tubagus Agus Sofyan mengatakan bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah Kecamatan Talegong dan Cisewu terjadi pada Minggu (16/2) dan Senin (17/2).

Baca juga : Gagal Menjambret Tas Perempuan, Pelaku Diringkus Warga Garut Kota

Bencana pertama, yakni longsor di Kampung Cikidang Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu. Di wilayah itu satu orang warga bernama Popon (56) meninggal dunia akibat tertimpa batu dari material longsoran tebing.

“Kejadian yang menimpa Popon ini terjadi Minggu sore, saat akan pulang dari sawah ke rumahnya. Saat melewati tebing, longsor terjadi dan materialnya mengenai kepala korban,” ujarnya.
Kejadian kedua terjadi di Kampung Legokbintinu Desa Sukamaju Kecamatan Talegong. Di lokasi itu longsor terjadi Senin (17/2) sekitar pukul 02.00.

Longsor menimbun satu rumah dan merusak 12 rumah dan 1 masjid di wilayah tersebut. Akibat kejadian ini, satu warga bernama Karna (57) hilang dan saat ini terus dilakukan pencarian. “Korban yang hilang masih kita cari, sampai saat ini masih belum ditemukan. Diduga akibat tertimbun material longsor di dalam rumah,” katanya.

Tubagus menjelaskan proses pencarian korban terpaksa dihentikan sementara. Sebab hujan masih mengguyur dan kondisi tanah masih labil dan rawan longsor susulan. “Saat ini proses pencarian belum bisa dilanjutkan, mengingat kondisi tanah yang masih labil,” terangnya.

Loading...

Baca juga : Di Garut, Odeng Tewas Tertimpa Bangunan

Sedangkan banjir bandang, kata dia, terjadi di Kampung Talun Desa Karangsewu Kecamatan Cisewu. Kejadian ini terjadi pada Senin (17/2) sekitar pukul 14.00. Banjir bandang akibat Sungai Ciawi meluap.

Akibat kejadian itu, satu warga bernama Teti (35) meninggal dunia terbawa arus banjir. “Jadi awalnya korban ini sekitar pukul 14.00 bersama suami dan dua warga lainnya hendak pulang ke rumah usai bekerja di sawah. Saat menyebrangi Sungai Ciawi tanpa jembatan, tiba-tiba datang banjir bandang dan korban tersapu air. Suami dan dua orang lainnya selamat, namun korban tidak sempat terselamatkan,” terangnya.

Saat kejadian itu, kata dia, suami dan warga sempat melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran mulai dari lokasi kejadian hingga beberapa ratus meter. Setelah dua jam melakukan pencarian, Teti ditemukan warga. “Teti ditemukan sekitar pukul 16.00 di Kampung Rawayan Desa Karangsewu Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.