Bentuk Jiwa Berkarakter, Kreatif dan Inovatif

121

DADAHA – Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) dan Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) menggelar Karnaval Anak RA di Dadaha, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Kamis (04/04).

Dihadiri Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementan Kota Tasikmalaya H Dadang Toha Muslim, para anak-anak peserta dan tamu undangan lainnya.

Ketua IGRA Heni Nuroniyah mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan acara sebanyak 5.250 peserta dari 139 RA. “Acara tersebut dilakukan se-Kota Tasikmalaya,” katanya.

Program IGRA, kata Heni, dilakukan setiap setahun sekali. Program IGRA tersebut terbagi menjadi dua yaitu; program karnaval dan program manasik haji. “Program tersebut wajib dilaksanakan,” ujarnya.

Setiap anak-anak, lanjut Heni, menggunakan baju berdasarkan kreatifitas masing-masing RA. “Anak-anak tersebut ada yang memakai baju profesi, karena mereka mengimplentasikan visinya sebagai patriostisme dan nasionalisme. Selain itu Ada juga yang mengimplementasikannya merah-putih sebagai tanda cinta tanah air. Jadi bagaimana improvisasi dari kepala RA-nya mengambil temanya,” ungkap Heni.

Dia menambahkan, kegiatan diisi dengan tari bersama yang diwakili oleh seluruh anak-anak RA. Lalu jalan bersama dari lapangan Dadaha menuju Asia Plaza.

“Setiap tahun memang selalu menuju Asia Plaza, karena kalau ke yang lain tidak ada lokasi yang dituju. Inginnya rutenya berubah-rubah seperti ke Alun-alun, tetapi kan tidak boleh ke sana (alun-alun, red). Jadi memang setiap tahunnya rutenya ke Asia Plaza,” kilahnya.

Tiba di Asia Plaza, lanjut Heni, kegiatan yang dilakukan yaitu, lomba menyanyi para guru. Tema tersebut disesuaikan dengan pengembangan yang ada di RA. “Contohnya mengambil temanya binatang, ya guru itu harus menyanyikan lagu tema binatang,” cetusnya.

Heni berharap kedepannya IGRA dan RA, dapat membentuk anak-anak berkarakter yang patriotisme dan nasionalisme.

Sementara, Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh IGRA. “Pendidikan sangat penting bagi anak-anak usia dini. Animo masyarakat, animo orangtua siswa begitu luar biasa terhadap keberadaan RA. Di Kota Tasik terdapat 143 RA dan siswanya sebanyak 6000 lebih, ini peningkatan yang signifikan dan terus meningkat. Pendidikan RA sekelas TK tapi ini dibawah kementrian agama,” ungkap budi.

Budi berharap anak-anak sebagai generasi penerus memiliki jiwa yang kreatif, sholeh dan inovasi. “Kreatifitas tersebut dilakukan mulai dari sekolah, pendidikan dari rumah dan dari pendidikan usia dini,” tandasnya.

Selain itu, Budi berharap juga para anak-anak bisa menghilangkan kecerendungan penggunaan hp, yang menyebabkan kurangnya bersosialisasi, kurangnya bersilaturahmi, tidak hormat terhadap guru, tidak hormat terhadap orangtua dan banyak waktu yang tersita.

“Dengan adanya pendidikan RA ini saya ingin terobosan dan inovasi ke RA melalui IGRA. Sehingga para anak-anak dapat fokus terhadap pendidikan, nasionalisme, patriotisme, kreatifitas, inovasi dan usia bermainnya tetap tumbuh,” tandasnya. (anshari)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.