Bentuk Siswa Disiplin dan Berkarakter

8

TASIK – Sekolah Dasar Laboratorium Percontohan Universitas Pendidikan Indonesia (SD Lab UPI) Kampus Tasikmalaya menggelar outbond di Brigif Raider 13/ Galuh Kostrad Tasikmalaya Jumat-Sabtu (7-8/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengenalan Lingkungan (Pengling) yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Steering Komite kegiatan Ria Arista Budhiarti SPd menuturkan pada program Pengling ini siswa belajar di luar kelas. Pengajarnya bukan guru sehari-hari, tapi pengajar dari luar sekolah. Seperti pada Pengling kali ini siswa kelas 1 hingga 3 diajak ke Mako Brigif Raider 13/Galuh Kostrad Tasikmalaya dengan pengajar dari anggota TNI. “Anak jadi lebih gembira saat belajar di luar kelas,” terang Ria kepada Radar, Jumat (7/12).

Ia mengatakan, ini adalah tahun kedua pelaksanaan Pengling di Brigif. Tujuannya untuk pembentukan karakter anak. Karena, tutur Ria, pada usia tersebut anak masih dalam tahap operasional konkrit yang harus dibentuk.

Pada hari pertama kegiatan, sambungnya, diisi dengan materi yang disampaikan dengan aneka metode games edukatif. Pada hari kedua, diisi dengan outbond.

Khusus di Brigif ini, tambah Ria, anak juga diberikan berbagai materi yang hubungannya dengan kedisiplinan seperti Peraturan Baris-Berbaris Angkatan Bersenjata (PBBAB) hingga tata cara upacara bendera. “Jadi untuk pelaksanaan di-handle oleh tim TNI, sehingga semuanya standar TNI, termasuk dalam hal makan, waktunya harus disiplin,” ujarnya.

Selain Pengling yang dilaksanakan di Brigif Raider 13 Tasikmalaya, kegiatan Pengling kelas 4 hingga 5 dilaksanakan di Kampung Naga. Tujuannya untuk lebih mengenalkan kebudayaan lokal dan tradisional.

“Harapan kami sesuai dengan tema yakni Menumbuhkan Kemandirian Siswa Melalui Pendidikan Wawasan Kebangsaan Bela Negara dan Mencintai Kearifan Lokal, kegiatan Pengling ini bisa membentuk karakter siswa yang disiplin dan cinta budaya lokal,” tuturnya.

Koordinator Outbond Letnan Dua Infanteri Aming Kiki Romansah menuturkan pada outbond ini semua anak dididik disiplin dan berkarakter. “Kegiatan outbond ini melatih kedisiplinan dan kemandirian anak, karena yang biasanya anak dekat dengan orang tua, selama kegiatan anak harus ikuti semua aturan yang ada, termasuk kita bimbing anak untuk curhat kepada gurunya sebagai orang tua di sekolah,” tutur Aming.

Selain itu, dari materi baris berbaris juga anak dilatih untuk patuh. Dalam kegiatan tersebut pihaknya juga menyarankan anak-anak untuk tidak terlalu sering bermain HP. “Kami juga membuat komitmen dengan anak tentang penggunakan gadget di rumah, anak sudah berjanji hanya main HP pada hari libur. Sebelumnya kami juga jelaskan bahaya gadget jika terlalu sering dimainkan,” ungkapnya. Materi disampaikan dengan metode yang menyenangkan. (ais)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.