Bentuk Tim Penyelidik

26

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut dan Polres Garut melakukan penyelidikan terkait adanya grup facebook bernamakan kumpulan barudak gay Garut yang anggotanya melibatkan siswa SMP dan SMA.

“Tim sudah kita bentuk untuk menyelidiki masalah ini. Untuk di dunia maya kita tugaskan Diskominfo dan yang di lapangan Disdik dan Dinkes,” ujar Waki Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan Senin (8/10).

Pembentukan tim penyelidik ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memerangi perilaku seks menyimpang para generasi muda ini.

Munculnya grup facebook gay membuatnya prihatin. “Tentu hal ini buat kami di muspida (musyawarah pimpinan daerah) sudah lakukan koordinasi. Pak kapolres juga sedang menyelidiki. Kami pun melalui Diskominfo juga melalukan penyelidikan,” terangnya.

Penyelidikan oleh Diskominfo, kata dia, untuk mengetahui sejauh mana aktivitas para gay di media sosial, terutama di facebook. Di luar media sosial, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah aksi untuk menyelamatkan generasi muda.

“Kami sudah lakukan komunikasi untuk menyelamatkan anak muda dari gangguan penyimpangan seksual,” akunya.

Tekait adanya perilaku seks menyimpang, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Garut ini sudah melakukan pemantauan sejak beberapa tahun lalu. Menurutnya, lelaki penyuka sesama jenis ini mengalami disorientasi seksual.

“Dari sisi lingkungan mereka cenderung eksklusif. Kemudian sisi kesehatan tentu ada kekhawatiran berkembangnya atau menularnya HIV AIDS,” katanya.

Dia menerangkan kontribusi penyumbang HIV/AIDS paling banyak di Garut ini berasal dari lelaki seks lelaki (LSL). Sudah ada beberapa contoh kasus HIV/AIDS karena LSL.

“Kondisi SMP dan SMA masih labil, masih cari jati diri mereka. Cari masukan dari berbagai media dan orang. Orang tua harus mampu awasi dan bina anak-anaknya,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna masih melakukan penyelidikan atas kasus penyuka sesama jenis di media sosial.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mencegah keberadaan penyuka sesama jenis ini.

“Cara preventif dengan cara imbau ke sekolah atau kelompok masyarakat supaya peka dengan info ini. Karena lihat korbannya anak di bawah umur,” ujarnya.

Dia menduga target para gay tersebut diperkirakan anak di bawah umur. Pihaknya masih mencari modus para gay sehingga menjerat kaum muda.

“Nanti dibicarakan langkah apa supaya bisa ditindak. Segi hukumnya sedang dicari dahulu, karena belum bisa ditindak,” terangnya. (yna)

loading...