Beras Bantuan PKH di Puspahiang Tasik Dijadikan Pakan Ayam, Ini Sebabnya..

143
1
KECEWA. Warga penerima PKH di Desa/Kecamatan Puspahiang kecewa dengan kualitas beras yang diterimanya banyak kutu dan berbau, Minggu (11/10). ISTIMEWA

PUSPAHIANG – Di tengah pandemi Covid-19 ini, pemerintah terus jorjoran memberikan bantuan kepada masyarakat dengan berbagai program.

Namun, tak jarang bantuan yang diterima masyarakat tidak sesuai dengan harapan dan kualitas yang dijanjikan.

Seperti di Kecamatan Puspahiang, warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) mengeluhkan beras yang kualitasnya jelek, berkutu dan berbau.

Baca juga : 215 Warga Mangkubumi Kota Tasik Keracunan, Pemkot Tetapkan KLB

Bahkan beras yang diterima warga ada yang berwarna kusam dan terdapat kerikil. Warga pun menilai kondisi beras seperti ini tidak layak untuk dikonsumsi.

Bahkan, sebagian warga penerima PKH di Kecamatan Puspahiang malah memberikan beras tersebut untuk hewan peliharaan atau ternak ayam. Warga pun menduga beras ini merupakan stok lama yang baru diberikan kepada penerima bantuan PKH di Kecamatan Puspahiang.

Loading...

Tokoh Masyarakat Desa/Kecamatan Puspahiang Asep Pudin menuturkan, pertama kali ditemukan beras bantuan PKH kualitas jelak setelah ada beberapa warga yang mengeluh.

“Saya menerima info kalau pendamping sudah tau beras jelek. Tetapi malah dibagikan. Kita tidak bisa membiarkannya,” ungkap Asep, kepada Radar, Minggu (11/10).

Masyarakat, kata dia, berharap agar beras pembagian ini segera diganti beras baru dengan kualitas bagus serta layak dikonsumsi. Karena di tengah pandemi seperti ini, masyarakat sangat mengharapkan sekali adanya bantuan yang benar-benar layak untuk dinikmati.

Devalia Novianti (25), penerima KH Desa Puspahiang mengaku ketika menerima bantuan beras PKH langsung dibuka, tapi baunya tidak sedap dan setelah dilihat banyak kutu dan kerikil. Bahkan warnanya pun kusam dan tidak terlihat segar.

“Saya dan keluarga tidak memakannya, karena baunnya saja sudah tidak sedap. Akhirnya saya berikan saja kepada ayam,” katanya.

Baca juga : Posittif Covid-19 di Kota Tasik Tambah 5 Orang, Total Jadi 291

Aparatur Pemerintahan Desa/Kecamatan Puspahiang Rusli Syaiful Ulum membenarkan adanya bantuan beras PKH di wilayahnya yang kualitasnya buruk dan dikeluhkan warga.

“Bahkan, beberapa penerima mendapatkan beras berkutu. Iya saya sudah dapat laporan warga berasnya tidak layak konsumsi. Kasihan masyarakat kecil,” ungkap dia.

Dia menambahkan, penerima bantuan program beras PKH di Desa Puspahiang ada sebanyak 231 warga. Sebagian besar penerima mendapatkan beras buruk. “Jadi beras yang diterima dua karung dengan berat 15 kilogram. Itu untuk bantuan September-Oktober, program bantuan beras PKH,” kata dia. (dik)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. bersyukur sudah bisa berbagi kepada Ayam, dll, asal jangan samapai mubadzir kan sama ayam juga makhluk ciptaan Alloh SWT,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.