Beras JPS dari Pemkot Banjar Bau dan Kusam, Bulog Akui Kualitas Rendah

222
0

BANJAR – Beras bantuan Jaringan Pengaman Sisial (JPS) dari Pemkot Banjar, dikeluhkan warga para penerima, karena kusam dan bau apek.

Selain itu, saat dimasak juga harus ditambahkan daun pandan supaya beras lebih terasa wangi.

Jika tidak, beras medium kualitas biasa yang belum diayak itu kurang enak untuk dikonsumsi.

“Kondisi berasnya begini agak ‘geuneuk’ agak kehitam-hitaman gitu. Harapannya kedepan jika ada bantuan beras lagi supaya lebih baik lagi kualitasnya,” harap Reni warga Lingkungan Parunglesang Kecamatan Banjar, Kamis (14/5).

Senada warga Parunglesang lainnya, Maskur mengeluhkan beras bantuan dari kota tersebut kualitasnya mengecewakan.

Meskipun bantuan, namun ia berharap pemerintah dapat memberikan jenis bantuan yang layak bagi masyarakatnya.

Loading...

“Sebelumnya kami berterimakasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan beras 20 Kg dan uang tunai Rp150 ribu. Ke depan jika ada bantuan lagi, tolong kualitas berasnya ditingkatkan. Ganti jenisnya jangan yang seperti sekarang,” kata Maskur.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Banjar Asep Tatang Iskandar mengatakan, untuk komplain beras kualitasnya kurang baik harus ke Bulog.

Sebab, pihak penyedia beras sendiri ditunjuk sesuai kontrak kerjasama.

“Kalau mau komplain silahkan ke Bulog. Dinas Sosial hanya mendata dan menyalurkan bantuan,” ungkap Asep Tatang.

Terpisah Kepala Perum Bolug Cabang Ciamis yang membawahi enam kabupaten kota termasuk Kota Banjar, Marjoni Busjal mengakui jika beras yang diberikan untuk penerima bantuan JPS itu merupakan kualitas medium.

Harganya per kilogram-nya pun tidak sampai Rp9.200. Harga tersebut sudah termasuk biaya packing, dan pengiriman.

Jadi, kata dia, jika kualitas beras diperbandingkan dengan beras di pasar tentu harganya tidak akan sama.

“Jika di pasar Rp8.500 atau dibawahi Rp9.200 pasti beda jika diperbandingkan. Karena beras bulog yang disalurkan ini sudah termasuk biaya kirim dan biaya pengemasan,” kata Marjoni.

Mesi demikian, pihaknya tidak menampik jika ada penerima bantuan yang merasa berasnya tidak baik kualitasnya dan tidak layak konsumsi.

Menurut dia, sesuai perjanjian kontrak, pihak bulog akan mengganti beras tersebut tanpa ada biaya lagi.

“Jika ada keluhan terkait kualitas yang tidak layak konsumsi bisa disampaikan dulu keluhannya ke Dinas Sosial,” ujarnya.

“Nanti kami tindak lanjuti dan akan melakukan observasi di lapangan. Jika perlu diganti maka akan kita ganti beras bantuannya,” terang Marjoni.

(cecep herdi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.