Berbagi Tips Jual Musik

41
0
SHARING. Pentolan Bottlesmoker Anggung Suherman (tengah) memaparkan tips bermusik indie dalam Raung Lantang #1 di Jalan Dewi Sartika, Minggu (14/7) malam. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

TAWANG – Geliat musik indie ditampilkan dalam Raung Lantang #1 di Jalan Dewi Sartika, Minggu (14/7) malam. Sejumlah band dan solois asal Tasikmalaya dan sekitarnya, menampilkan kreasi bermusik di acara tersebut.

Tidak kalah menarik, musisi indie nasional pun turut hadir mem­bagikan tips bagaimana mem­buat band persona dan mengem­bangkan karier ber­mu­sik. Personel Bottlesmoker, Anggung Suherman membagikan penga­lamannya dalam bermusik di sela penampilan band yang tampil.

Musisi yang sudah berkiprah sekitar 11 tahun di jalur musik elektronika itu menceritakan, banyak project yang digarapnya. Meski genre musik yang ditelurkan Bottlesmoker terbilang segmented, dia meyakinkan para pegiat musik Kota Tasikmalaya untuk yakin hidup dan menghidupi diri dari musik. “Setelah dijalani dan diyakini, ya bisa sampai sekarang saya hidup dari musik meski genre kami segmented. Bayangkan itu pun bisa membuat kita hidup. Apalagi musik yang universal, easy listening tentu lebih mudah diterima,” ujarnya dalam sharing session.

Karakter pribadi dari genre bermusik, kata dia, harus diperhatikan. Mulai dari fesyen, gaya bermusik, karakter permainan musik serta elemen lainnya harus memiliki kekhasan. Dengan begitu, dapat menyedot atensi khalayak untuk mendengarkan bahkan meminta tampil dalam pertunjukan. “Kepribadian bisa dibagi macam-macam. Saya terinspirasi dari Coldplay, album ke album mereka selalu punya ciri tersendiri. Tema dan konsepnya sangat iconic sehingga menarik perhatian,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Angkuy ini menje­laskan, kon­sep kepri­badian suatu band dapat diaplikasi­kan melalui foto, cover album, sampai dengan video klip. Termasuk kostum saat tampil di konser harus memiliki kesatuan. “Itu meng­gam­barkan pribadi musik di suatu albumnya sehingga menjadi satu kesatuan. Mulai dipublikasikan dalam poster, kostum dan lain sebagainya,” katanya.

Angkuy menambahkan, kultur suatu daerah atau kelokalan pun, bisa menjadi daya magnet untuk “dijual” ke telinga pendengar. Terutama keunikan atau kekhasan baik dari sisi instrumental, ornamen dan hal lain yang bisa disuguhkan melalui musik. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.