Beredar Jual Beli Blangko e-KTP di Pasar Online

10

JAKARTA –  Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh membenarkan adanya jual beli blangko e-KTP di pasar online.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diperoleh dari media tentang beredarnya blangko e-KTP pada Senin (3/12).

“Berdasarkan informasi tersebut dilakukan penelusuran melalui koordinasi dengan perusahaan pencetak blangko e-KTP dan dengan toko penjual online. Pada saat ini sudah dapat diidentifikasi siapa pelaku yang menawarkan dan dimana lokasi barang itu diperoleh,” kata Zuldan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/3).

Dari hasil penelusuran lebih lanjut, Ditjen Dukcapil kemudian berhasil mengidentifikasi pelaku kejahatan. Bahkan, alamat, nomor telpon dan bahkan wajah pelaku sudah diketahui. Pihaknya pun langsung melaporkan kasus tersebut secara resmi di Polda Metro Jaya untuk diambil langkah hukum.

Sesuai dengan Pasal 96 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan perbuatan tersebut merupakan tindakan pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Lalu, siapakah pelakunya?  Zudan mengatakan pelaku penjualan blangko e-KTP tersebut dilakukan oleh anak mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tulang Bawang.

“Bapaknya enggak tahu jadi tim kita sudah menemui bapaknya sudah menemui anaknya. Jadi masalahnya clear tidak ada sistem yang dijebol tidak ada yang terganggu ini tindak pidana biasa dan ini sudah tertangani tiga hari kami bisa mengungkap itu,” tambahnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta publik tidak mengkhawatirkan hal itu. Dirinya menjamin tidak ada sistim data pemilih yang jebol. “Pertama itu, ini penipuan dan kejahatan. Yang kedua tidak benar ada pemberitaan bahwa sistem jebol. Setelah kita lacak baik di toko online, termasuk orangnya ketemu, bahwa si anak yang menjual ini mencuri blangko e-KTP punya ayahnya. Ayahnya yang kebetulan Kepala Dinas Dukcapil di Lampung, dia mengambil 10 kemudian dia jual. Karena udah terdata lengkap oleh ayahnya, udah ketangkap anaknya yah. Pak Dirjen juga lapor ke Kepolisian, jadi kalo terkait dengan data sampai jebol tidak ada. Murni kejahatan,” jelasnya.

Diakui Mendagri, Kemendagri hanya butuh waktu tiga hari untuk meringkus pelaku penjualan blanko e-KTP, dan pelaku sendiri sudah mengakui perbuatannya. “Kami hanya butuh waktu tiga hari sampai dengan hari ini, pelakunya sudah mengaku dan sekarang Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Lampung sedang mendatangi rumahnya untuk menanyakan motifnya apa, modusnya apa, hanya 10 itu,” jelasnya. (rba/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.