Beredar Video Beras Berkutu & Bau, Fortal Tasikmalaya Datangi Gudang Bulog

118
0
Istimewa. DISKUSI. Fortal Tasikmalaya saat mendatangi Gudang Bulog Subdivre Ciamis Jumat (2/10). Mereka memastikan soal viralnya video beras bantuan yang kurang layak.
Istimewa. DISKUSI. Fortal Tasikmalaya saat mendatangi Gudang Bulog Subdivre Ciamis Jumat (2/10). Mereka memastikan soal viralnya video beras bantuan yang kurang layak.

MANGKUBUMI – Merespons beredarnya video tentang beras bantuan yang tidak berkualitas, Forum Transportasi Massal (Fortal) Tasikmalaya menggeruduk Gudang Bulog Subdivre Ciamis di Jalan SL Tobing Kota Tasikmalaya.

Pembina Fortal H Nanang Nurjamil mengatakan tergerak menanyakan dan memastikan secara langsung kualitas beras yang didistribusikan terhadap warga. Mengingat, merebaknya video membuat kegaduhan netizen.

“Ini viral, di hampir semua kecamatan katanya beras apek dan kutuan. Maka kita kroscek ke sini (Gudang Bulog),” kata Nanang disela peninjauan, Jumat (2/10).

Dia khawatir apabila kenyataan kualitas beras yang dibagikan bagi penerima bantuan, baik PKH atau program sosial lainnya.

Bukan menjadikan warga sehat, malah terkendala masalah kesehatan. Sebab, dari video yang beredar kualitas beras bantuan dengan standar konsumsi sangat jauh.

Baca juga : Positif Covid-19 di Kota Tasik Tambah 2 Kasus, 10 Ambulans Konvoi Bawa 40 Pasien ke Rusunwa

Pihaknya ia juga akan berkoordinasi dengan Dinsos dan memepertanyakan dimana tugas fungsi petugas pendamping PKH, yang seharusnya pendamping PKH yang datang mengkroscek video tersebut.

“Kalau dari awal dilakukan tugas fungsinya pengawasan pendamping PKH tidak akan terjadi seperti ini,” tegas dia.

Wakil Kepala Cabang Bulog Ciamis Meirizal Sudyadi menjelaskan pada program penyaluran bansos pihaknya diperintahkan Bulog dan Kemensos agar beras yang dibagikan menggunakan beras medium, kualitas yang baik, tidak berhama dan layak konsumsi.

“Beras tersebut sebelumnya diproses ulang sehingga berasnya bisa diterima dengan layak dan bisa dikonsumsi. Apabila ada keluhan berasnya tidak sesuai menurut masyarakat, meski dari timbangan dan tampilan beras, kita melayani retur sepanjang sesuai dengan ketentuan,” ungkapnya.

Sebelum dibagikan, pihaknya pun mengundang semua elemen dari perwakilan KPM, Dinsos, Forkot untuk melakukan quality control. Mengecek bersama baik sisi kualitas maupun timbangan.

“Kita cek timbangan dari mulai warna, baunya karena varian berasnya beda-beda tidak semua beras putih mengkilap. Setelah dicek kita muat ke ekspedisi mitra kita, salah satu mitra kita yang ditunjuk dari Kemensos langsung. Setelah dimuat itu tanggungjawabnya mitra sampai ke titik KPM, Bulog hanya tanggung jawabnya sampai gerbang gudang saja,” ujarnya. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.