Beredar Video Dangdutan Ala Bawaslu Kota Tasik

4526
1
SCREEN SHOOT. Tangkapan layar video biduan berpakaian mini yang beredar.Diduga terjadi usai kegiatan Bawaslu di Pangandaran Senin (1/7).
Loading...

TASIK – Beredar sebuah video acara hiburan dangdut dengan menghadirkan biduan berpakaian minim. Video tersebut disebut-sebut terjadi saat kegiatan Bawaslu Kota Tasikmalaya pada Senin (1/7) di wilayah Pantai Pangandaran.

Dari informasi yang dihimpun, video berdurasi 30 detik itu menampilkan seorang biduan dengan memakai dress merah di atas lutut. Biduan itu bernyanyi ditemani lelaki yang diduga petugas Bawaslu sambil berjoged.

Diketahui peristiwa tersebut, merupakan hiburan usai kegiatan Bawaslu beberapa waktu lalu. Video itu beredar dengan cepat melalui aplikasi chating WhatsApps.

Menyikapi hal itu, Ketua Koalisi Masyarakat Pemilih Cerdas (Kompas) Kota Tasikmalaya Asep Rizal menyesalkan kegiatan tersebut dilaksanakan di Pangandaran.

Pasalnya, tentu akan memakan anggaran yang tidak kecil. “Kenapa tidak di Tasik saja, biar tidak memakan anggaran besar,” tuturnya kepada Radar, Selasa (7/2).

Terlebih, kata dia, kegiatan yang diduga biayanya bersumber dari negara itu, dibumbui dengan hiburan yang dianggap tidak pantas. Yakni menampilkan biduan dangdut dengan pakaian mini. “Selain tak sedap dipandang mata, juga sangat berbenturan dengan jargon Tasikmalaya Kota Santri,” ungkapnya.

Sekjen Kompas Tasikmalaya Myftah Farid menambahkan Bawaslu telah menunjukkan contoh tidak baik. Karena seharusnya lembaga tersebut memberi edukasi dan pencerahan kepada masyarakat pasca pemilu. “Dengan begini yang tercoreng bukan hanya Bawaslu, tapi nama baik masyarakat Kota Tasikmalaya,” katanya.

Loading...

Pihaknya menuntut Bawaslu bersikap gentle dan melakukan evaluasi. “Kompas menuntut Bawaslu meminta maaf kepada masyarakat Kota Tasik secara terbuka,” paparnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin mengakui pihaknya menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Pemilu pada 1-2 Juli di Pangandaran. “Rakor juga dihadiri langsung pimpinan (Bawaslu) Jabar,” ujarnya.

Terkait video dangdutan yang beredar, kata Ijang, tidak ada dalam agenda kegiatan. Terlebih usai rakor, dirinya langsung meninggalkan lokasi acara karena harus mendampingi petugas Bawaslu Jabar. “Jadi hiburan itu tanpa sepengetahuan saya,” katanya.

Ijang menegaskan bahwa hiburan tersebut bukan merupakan bagian dari kegiatan rakor. Maka dari itu, Bawaslu tidak mengalokasikan anggaran untuk acara hiburan itu. “Jadi untuk hiburan itu, tidak ada uang negara yang dipakai,” pungkasnya. (rga)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.