Beredar Video Robekan Al-Qur’an

143
0
TANGKAPAN LAYAR. Video berdurasi 30 detik menayangkan robekan Alquran yang tercecer di Jalan Galunggung, Tawang, Kota Tasikmalaya Kamis (19/12).
TANGKAPAN LAYAR. Video berdurasi 30 detik menayangkan robekan Alquran yang tercecer di Jalan Galunggung, Tawang, Kota Tasikmalaya Kamis (19/12).

TASIK – Sebuah video yang menunjukkan robekan lembaran Alquran dan tercecer beredar di media sosial, Kamis (19/12). Lokasinya, disebut berada di Jalan Galunggung Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.

Dalam video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan seseorang menunjukkan robekan-robekan Alquran yang tercecer di jalanan. Dia pun menyebutkan kejadian itu berlokasi di salah satu titik Jalan Galunggung.

Namun demikian, tidak tampak wajah yang mengambil video tersebut. Tetapi video diambil saat langit masih gelap dan lampu-lampu jalan masih bersinar cukup terang.

Informasi yang dihimpun Radar, aparat kepolisian secara sigap langsung bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, tidak sampai satu hari seorang pria yang diduga merobek Alquran yang tercecer itu berhasil diamankan.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto SIK belum bisa memberikan penjelasan secara detail terkait kasus tersebut. Perwira nomor satu di Polres Tasikmalaya Kota itu mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinanya. “Nanti kita tunggu petunjuk dari Polda (Jabar) dulu,” ungkapnya saat dihubungi Radar, kemarin.


Dikutip dari detik.com, aksi penyobekan Alquran di Kota Tasikmalaya terungkap. Polisi berhasil menangkap pelakunya.

“Pelaku sudah ditangkap atas nama E berusia 33 tahun,” ucap Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (19/12).

Rudy menuturkan insiden tersebut berawal saat Polresta Tasikmalaya Kota mendapatkan informasi dari masyarakat. Warga menginformasikan temuan sobekan kitab suci Alquran di Jalan Galunggung, Kota Tasikmalaya, dini hari tadi. “Itu diketahuinya sekitar jam 03.30 (WIB),” tuturnya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Polresta Tasikmalaya Kota melakukan penyelidikan. Siang tadi, petugas berhasil menangkap pelaku.

“Diamankan siang hari. Yang jelas kasus ini sudah terungkap. Pelakunya kita akan tangani,” ujar Rudy.

Salah seorang warga, H Rana Nuralamsyah mengaku mendapat informasi kejadian itu Kamis subuh (19/12). Lalu dirinya menginformasikan kepada kepolisian. Sekitar pukul 09.00, petugas kepolisian dan TNI mendatangi lokasi dan berhasil menemukan pelaku.

“Waktu ada info polisi ke lokasi, saya datang ke lokasi,” ungkap Rana yang juga Ketua Lagga Inau Indoboxing itu.

Sekitar pukul 10.15, H Rana tiba di lokasi dan mendapati petugas sedang menanyai seorang lelaki. Dalam interaksi tersebut, lelaki itu pun mengakui sebagai orang yang merobek lembaran Alquran tersebut. “Terus polisi mengajak pelaku untuk masuk ke dalam mobil, tapi dia menolak,” paparnya.

H Rana pun mendorong pelaku untuk masuk ke mobil aparat, namun pelaku malah mendapat perlawanan. Bahkan, pria tersebut sempat berusaha kabur, tetapi berhasil ditangkap dan dibawa oleh kepolisian. “Sempat mau pukul saya, untungnya enggak kena,” katanya.

Sementara itu, beredarnya video robekan Alquran disesalkan sejumlah ulama di Kota Tasikmalaya. Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi MAg mengaku sudah mengetahui infomasi tersebut.

“Kawan-kawan di lapangan juga memantau terus, apakah disengaja atau seperti apa perbuatan itu (merobek Alquran, Red)” ujarnya.

Pimpinan Ponpes Sulalatul Huda Paseh itu mendorong kepolisian melakukan tindakan secara profesional. Hal itu berkaitan dengan adanya indikasi pelaku mengalami gangguan jiwa.

“Harus berdasarkan pemeriksaan tenaga ahli, dan dijelaskan kepada publik motif perusakan Alquran itu apa,” katanya.

Namun, KH Aminudin meminta masyarakat tidak terprovokasi. Dia berharap kondusivitas di lapangan harus tetap terjaga.

“Kita dorong aparat bekerja, jangan sampai terprovokasi dan memunculkan masalah baru,” tuturnya.

Terpisah, Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya Ustaz Yanyan Albayani mengatakan tercecernya robekan lembaran Alquran tersebut merupakan bentuk pelecehan bagi umat Islam. Polisi harus serius dalam menyelidiki kasus tersebut. “Siapa pun pelakunya, harus dihukum,” tuturnya.

Meskipun pada akhirnya pelaku memang benar-benar mengalami gangguan jiwa, penyelidikan tetap harus berlanjut. Karena tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan pihak lain yang sengaja memancing kemarahan umat.

“Yang jelas, umat Islam menunggu kinerja kepolisian dalam pengungkapan kasus ini secara tuntas dan transparan,” tegasnya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.