Bergabung atau Oposisi Tergantung Prabowo

18
0
REKONSILIASI. Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto di Stasiun MRT, Jakarta (13/7). Pertemuan tersebut bagian dari rekonsiliasi usai Pilpres 2019. Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK

Pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/7) disebut-sebut membuka peluang adanya koalisi.

Jokowi sendiri mengaku akan mendiskusikan hal ini dengan sejumlah partai pendukungnya. Sementara Gerinda menyatakan siap berada di dalam maupun di luar pemerintahan.

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade menyatakan, belum mengetahui apakah Gerindra akan bergabung dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf.

Dia mengatakan, hal itu belum bisa dipastikan. Menurutnya, Prabowo siap membantu pemerintahan Jokowi sekaligus siap mengkritisi pemerintah.

“Bergabung atau oposisi, saya belum tahu. Nanti Pak Prabowo yang akan umumkan,” ujar Andre di Jakarta, Sabtu (13/7).

Dikatakan, pertemuan Jokowi dan Prabowo merupakan pertemuan kebangsaan. Dia berharap usai pertemuan itu, masyarakat Indonesia kembali rukun dan bisa menghilangkan polarisasi yang sempat terjadi selama Pilpres 2019. “Dengan adanya pertemuan ini, masyarakat bisa kembali rukun,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir mengatakan, pertemuan kedua tokoh itu diharapkan dapat meruntuhkan sekat perbedaan politik yang selama ini terjadi.

“Pak Jokowi dan Pak Prabowo telah menunjukkan jiwa ksatria untuk merangkul kembali seluruh elemen bangsa demi terciptanya Indonesia maju,” kata Erick Thohir di Jakarta, Sabtu (13/7).

Dia menyatakan, program pembangunan yang ditawarkan Jokowi maupun Prabowo mempunyai satu landasan yang sama. Yakni membangun manusia Indonesia yang andal, sejahtera, berdaulat dan mandiri.

“Berbagai program pembangunan untuk mencapai cita-cita itu mustahil tercapai tanpa adanya rekonsiliasi dan kolaborasi di antara pemimpin bangsa. Tidak ada lagi perbedaan. Karena kita satu bangsa dan tanah air Indonesia,” paparnya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono menyebutkan, Wapres Jusuf Kalla (JK) punya peran besar dalam pertemuan Jokowi dan Prabowo.

“Terima kasih Pak Jusuf Kalla akhirnya pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto bisa terjadi. Ini sebuah langkah awal menuju Indonesia Berkerja untuk menuju masyarakat Adil Makmur,” kata Arief.

Dia mengaku sejak 1 Mei 2019 selalu berkomunikasi dengan JK. Tujuannya agar apa pun hasil pilpres bisa diterima kedua belah pihak. Yang terpenting bisa mempersatukan kembali para pendukung 01 dan 02.

“Tidak mudah dan tidak gampang mengatur dua tokoh ini bertemu. Walau sebenarnya mereka sangat dekat dan bersahabat,” tutur Arief.

Sementara itu, politisi Partai Golkar Rizal Mallarangeng menilai pertemuan tersebut menunjukkan keduanya adalah pemimpin yang matang dalam berdemokrasi.

Menurut Rizal, pertemuan Jokowi dan Prabowo memperlihatkan bahwa usai Pemilu Presiden 2019, di tingkat elite sudah clear. Dia berharap masyarakat dapat mencontoh sikap elite tersebut.

Koordinator Bidang Penggalangan Khusus (Korbid Galsus) DPP Partai Golkar ini menyatakan, dalam negara demokrasi, semua pihak punya peran membangun negara di posisinya masing-masing.

“Setelah pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo, ke depan diharapkan dapat sama-sama membangun negara,” bebernya. (rh/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.