Berharap Mengulangi Memori

20
0
Loading...

MILAN – Roberto Mancini punya memori indah mengalahkan Portugal di Stadion San Siro. Kenangan manis yang diharap terulang di laga terakhir Grup A3 UEFA Nations League (UNL).

Ketika masih berstatus pemain, Mancini menghadapi Portugal dua kali di markas AC Milan dan Inter Milan tersebut. Di dua pertandingan itu, Mancini yang kini menjabat pelatih Gli Azzurri meraih dua kemenangan bersama negaranya.

Dengan situasi Italia yang kini butuh kemenangan agar menjaga asa ke semifinal UNL sebagai wakil Grup A3, pelatih berjuluk Mancio itu berharap berkah kemenangan masa lalu itu menular ke anak asuhnya. Dini hari nanti, ia ingin kembali jadi pemenang di San Siro.

“Kami pergi ke Piala Eropa 88. Kami adalah tim yang kuat dan memainkan pertandingan yang hebat (dalam kemenangan 3-0). Yang kedua kami menang lewat gol Dino Baggio, pada 17 November (1993). Kami berharap itu akan menjadi bagus untuk masa depan dan UEFA Nations League,” kata Mancini kepada RAI Sport.

Pada pertemuan pertama di Portugal, Italia kalah 0-1 lewat gol tunggal Andre Silva. Kekalahan itu membuat Italia kini di posisi kedua Grup A3 dengan poin empat atau dua angka di belakang Portugal yang baru melakoni dua laga.

Loading...

Artinya, kalau berhasil menahan laju Portugal, Italia masih harus menunggu hasil laga sang rival kontra Polandia di laga pamungkas grup.

“Kami kalah di Portugal dengan tim yang sangat muda, tetapi sekarang kami memiliki kesempatan untuk mengalahkan mereka di San Siro. Kita perlu fokus pada itu, lalu kita akan melihat apa yang terjadi di Portugal-Polandia,” tegas mantan pelatih Inter Milan tersebut.

Agar bisa membalas Portugal, Mancini menyiapkan permainan ofensif. Karena Italia akan kehilangan Federico Bernardeschi, Mancini kemungkinan akan memainkan tridente; Ciro Immobile, Lorenzo Insigne dan Federico Chiesa. Opsi lain, Domenico Berardi bermain dengan Insigne bertindak sebagai false nine.

“Saya ingin melihat tim yang menyerang, terutama untuk penonton di San Siro. Ini adalah stadion yang penuh setiap kali Italia datang, dan itu penting. Tujuan pertama kami adalah memainkan permainan yang bagus, bermain dengan baik seperti yang kami lakukan di dua pertandingan terakhir,” jelasnya.

Kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma menambahkan, mereka sangat mengharapkan dukungan fans di San Siro dan meminta timnya tampil spartan.

“Kami menghadapi Portugal di stadion kami dan saya yakin para penggemar akan memberi kami dorongan besar. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk menang dan berharap mendapat tempat pertama di grup,” ujarnya.

Di kubu Portugal, meski posisi mereka cukup bagus untuk lolos ke semifinal, pelatih Fernando Santos tidak ingin main aman di Milan. Pelatih yang memimpin Portugal juara Piala Eropa 2016 tersebut menegaskan targetnya adalah menang di Italia dan langsung mengunci tiket final four.

“Meskipun kami memiliki dua pertandingan untuk lolos, kami ingin menyelesaikan pekerjaan di Italia. Kami tidak ingin menjadikan pertandingan Polandia sebagai pertandingan yang menentukan. Kami akan pergi ke Italia untuk menang. Jika kami bermain untuk imbang, kami akan menghadapi risiko besar,” tegas Santos di PortuGOAL.net.

Walau cukup percaya diri, Santos memastikan tidak akan mudah menang di Italia. “Italia jelas membaik, memainkan pertandingan hebat melawan Polandia di pertandingan terakhir mereka dan sangat berbeda dari sisi yang kami hadapi, dengan hanya dua pemain yang sama yang dipilih. Mereka selalu difavoritkan saat bermain di kandang,” tutupnya.

Portugal masih tanpa Cristiano Ronaldo. Dengan demikian, Santos kembali akan mengandalkan Andre Silva dan Bernardo Silva untuk menjebol gawang Italia.

Selain itu, Portugal juga telah memanggil bek Real Sociedad Kevin Rodrigues untuk menggantikan Andre Gomes. (amr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.