Beranda Hoak atau Bukan Beri Kesempatan Inovator Lokal

Beri Kesempatan Inovator Lokal

56
BERBAGI

AKSI Uber yang menjual bisnis dan ope­rasionalnya kepada Grab menjadi menarik untuk dicermati. Terutama di tengah maraknya transportasi online.

Tentu banyak alasan yang melatarbelakangi langkah Uber menyerahkan bisnisnya kepada pesaing utamanya.

Hambatan regulasi jelas bukan hal yang membuat Uber menyerah. Perusahaan asal AS itu sudah kenyang pengalaman melawan rintangan peraturan di berbagai kota di penjuru dunia.

Perusahaan tersebut sudah sangat terbiasa dengan hal itu. Juga, sudah banyak kota yang menyerah dan bersedia menerima Uber.

Persaingan keras justru terjadi antar pengembang aplikasi sendiri. Grab, perusahaan asal Malaysia, ternyata terlalu tangguh di Asia Tenggara.

Hal yang membuat Uber melepas seluruh bisnis dan operasionalnya di kawasan tersebut, termasuk Indonesia. Uber bakal lebih berfokus di kawasan yang sudah lebih dahulu kuat, yakni Amerika, Eropa, dan Australia.

Langkah serupa sebenarnya pernah pula dilakukan Uber. Di Tiongkok, pada 2016, Uber menjual bisnis ke Didi Chuxing, perusahaan transportasi lokal. Setahun kemudian, di Rusia, Uber melego bisnisnya kepada Yandex.

Selain ketatnya kompetisi, faktor investor tentu juga berpengaruh. Softbank, perusahaan telekomunikasi dan media asal Jepang, tentu saja punya peran penting.

Baik Uber, Grab, Didi Chuxing, maupun Yandex telah mendapat suntikan dana dari Softbank. Hal yang mempermudah konsolidasi.

Namun, betapapun besar peran investor, kekuatan inovator lokal tetaplah menjadi poin kuat. Di Indonesia, kini tinggal dua penyedia jasa transportasi online.

Selain Grab yang terbesar di Asia Tenggara, ada Go-Jek yang berasal dari dan terbesar di Indonesia. Harus ada upaya terus-menerus untuk menyemai inovator-inovator lokal.

Sudah terbukti bahwa inovator lokal mampu bersaing dengan produk global. Tentu investor bisa berasal dari mana saja.

Toh, sekarang dana-dana sudah tak mengenal batas negara. Ada banyak dana di London yang dimiliki pangeran-pangeran Arab. Tanpa upaya menciptakan ekosistem bagi inovator lokal, kita hanya akan menjadi pasar. Hanya menjadi kumpulan konsumen. (*)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.