Berkas Perkara Wali Kota Tasik Segera Dilimpahkan

1593
2
JELASKAN. Kuasa Hukum H Budi Budiman, Bambang Lesmana SH saat memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. rangga jatnika/ radar tasikmalaya
JELASKAN. Kuasa Hukum H Budi Budiman, Bambang Lesmana SH saat memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. rangga jatnika/ radar tasikmalaya
Loading...

TASIK – Wali Kota Tasikmalaya non aktif Drs H Budi Budiman kembali memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11). Terkait dugaan kasus suap yang disangkakan kepadanya sudah dinilai lengkap.

Dari informasi yang dihimpun Radar, H Budi didampingi kuasa hukumnya Bambang Lesmana SH kembali dipanggil penyidik KPK. Hal itu berkaitan dengan persiapan pelimpahan berkas perkara ke Kejaksaan.

Kuasa Hukum H Budi Budiman, Bambang Lesmana SH mengakui pihaknya mendapat undangan dari KPK. Untuk diberi tahu soal persiapan pelimpahan kasus ke Kejaksaan.

“Katanya berkasnya sudah lengkap dan siap untuk dilimpah,” ujarnya kepada Radar, Rabu (25/11).

Baca juga : KPAID Kota Tasik, Selamatkan Anak dari Dampak Negatif Covid-19

Loading...

Menyikapi hal itu, dia tidak memberikan respons apapun karena memang sudah prosedur hukum. Pihaknya pun hanya bisa mengikutinya. “Ya enggak gimana-gimana, itu kan prosedurnya,” terang dia.

Melihat berkas perkara yang segera masuk ke tahap penyidikan II, meja hijau sudah semakin dekat. Pihaknya pun harus mempersiapkan untuk mendampingi proses hukum lebih lanjut. “Ya kalau sekarang berkas perkara sudah lengkap, mungkin bulan depan mulai sidang,” tuturnya.

Terlepas dari itu, dijelaskannya bahwa H Budi Budiman secara fisik dalam kondisi sehat. Hal ini, karena pola hidupnya lebih teratur dan mendapatkan istirahat yang cukup. “Alhamdulillah sehat, beliau punya waktu istirahat yang cukup,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, H Budi Budiman resmi menjadi tahanan KPK pada 23 Oktober 2020. Hal itu pasca ditetapkannya Wali Kota Tasikmalaya non aktif itu sebagai tersangka kasus suap pada 26 April 2019 silam.

H Budi dijerat pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. H Budi menjadi tersangka kasus suap terhadap Yaya Purnomo yang sudah lebih dulu ditahan KPK. (rga)

loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.