Berkat Lukaku dan David De Gea

2
Soccer Football - Premier League - Watford v Manchester United - Vicarage Road, Watford, Britain - September 15, 2018 Manchester United's Romelu Lukaku celebrates scoring their first goal REUTERS/David Klein EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or "live" services. Online in-match use limited to 75 images, no video emulation. No use in betting, games or single club/league/player publications. Please contact your account representative for further details.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

WATFORD – Romelu Lukaku adalah Manchester United. Berlebihan ? Rasanya tidak. Separuh dari gol United sejauh ini di Premier League adalah kontribusi penyerang 25 tahun itu.

Lukaku mencetak gol pembuka pada menitke-35 ketika United menang 2-1 atas Watford kemarin (16/9) di Vicarage Road. Bek Chris Smalling menggandakan keunggulan United tiga menit kemudian (38’). Watford memendekkan margin kekalahan lewat Andre Gray (65’).

Pelatih United Jose Mourinho kepada BBC kemarin mengatakan kemenangan atas Watford bukan sekedar berarti mematahkan rekor sempurna Troy Deeney dkk dalam empat matchweek sebelumnya. Melainkan juga membuat United “kompetitif” dengan tim big six.

“Kini kami punya poin yang sama dengan Arsenal dan Spurs. Kini kami hanya berjarak empat poin dengan tim posisi tiga besar (Manchester City/12 poin, Red) dan enam poin dengan pemuncak klasemen (Chelsea dan Liverpool/15 poin, Red),” kata Mourinho.

Pelatih yang memberikan gelar Liga Champions buat FC Porto dan Inter Milan itu menyebut peran besar Lukaku buat timnya. Eks pemain Chelsea dan Everton itu mau melakukan apapun agar timnya memastikan tiga poin.

“Romelu (Lukaku) bahkan melakukan tekel di sisi kanan pertahanan. Saya kira dia adalah gambaran dari seluruh tim. Tim yang bermain sangat bagus, khususnya di babak pertama,” ucap Mourinho.

Menurut Opta, Lukaku menjadi pemain keempat tercepat United yang mencapai koleksi 20 gol di Premier League dalam 39 pertandingan. Rekor tercepat 20 gol di Premier League dipegang Ruud van Nistelrooy (26 laga), Robin van Persie (32) dan Dwight Yorke (39).

Nah, aktor kemenangan United lainnya adalah kiper David de Gea. De Gea melakukan dua penyelamatan krusial yang akhirnya membuat United mengamankan tiga poin.

Yang pertama terjadi pada menit ke-90, yakni saat gelandang Watford Abdoulaye Doucoure melakukan tendangan keras dari sekitar 25 yards atau 22,86 meter. Yang kedua di menit 90+4, kiper Timnas Spanyol itu menghalau sundulan bek Watford Christian Kabasele.

“Melihat penyelamatan yang dilakukan menunjukkan mengapa dia (De Gea, Red) disebut yang terbaik dan mengapa di menjadi kiper nomor satu United. Bahkan jika tak menyentuh bola sepanjang pertandingan pun, sosok kiper akan tetap disebut menentukan,” ujar pelatih asal Setubal Portugal itu.

ESPN pun mengapresiasi kemenangan United kemarin. Pundit Nick Miller menuliskan United melakukan apa yang seharusnya dilakukan setelah mencetak gol. Yakni kian agresif dan berusaha menambah gol.

Melihat menit-menit gol United musim ini, baru lawan Watford kemarin dalam durasi waktu kurang dari lima menit, United menciptakan dua gol.

“Sebetulnya Mourinho tak terlalu peduli apakah United tampil menghibur atau meraih tiga poin. Namun bagi pendukung United, kemenangan atas Watford sangat menggairahkan meski dalam periode yang singkat,” sindir Miller.

Nah, setelah pertandingan kemarin Lukaku kepada BT Sport memberikan apresiasi kepada Watford. Secara statistik yang ditunjukkan BBC, Watford melakukan tembakan yang lebih banyak dari United. Yakni 14 berbanding sembilan. Tapi akurasi, tembakan on target United lebih apik. Enam berbanding lima.

“Kami sesungguhnya bermain tidak terlalu rapi namun kami tetap meraih kemenangan dan harus menjaga momentum ini. (Jesse) Lingard, (Alexis) Sanchez, dan saya berusaha untuk mencetak gol ketiga tapi permainan kami kurang rapi,” ucap penyerang 25 tahun itu.

Lukaku mengatakan ketika unggul dua gol di babak pertama, Mourinho berkata di ruang ganti jika secara permainan cukup bagus namun tak istimewa. “Pernyataan pelatih membuat kami tidak besar kepala,” tutur pemain yang dijuluki Big Rom itu.

Sementara itu, pelatih Watford Javi Gracia kepada BBC berujar baru di babak kedua timnya tampil apik. Menurut Gracia kebobolan dua gol di babak pertama membuat timnya agak sulit bangkit.

Gracia juga memberikan pengakuan kepada penampilan kiper United De Gea. Eks kiper Atletico Madrid itu membuat asa menyamakan skor di menit-menit akhir pertandingan pupus.

“Saya lebih memilih seandainya David de Gea membuat penyelamatan gemilang ketika tampil bersama Spanyol. Bukan malah saat berhadapan dengan tim kami,” canda Gracia. (dra/jpg)

loading...