Berkolaborasi Tangani Kekurangan Air Bersih

83
0
SALURKAN AIR BERSIH. Tim ACT dan BPBD Kota Tasikmalaya mendistribusikan air bersih ke beberapa titik kekeringan kemarin. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

CIPEDES – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Tasikmalaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mendistribusikan 30.000 liter air bersih meng­gunakan enam truk tangki air ke tiga kecamatan Tamansari, Ci­beureum dan Pur­baratu dari ha­laman Kantor Ca­bang ACT Ta­sikmalaya di Jalan Ir H Juanda, Kota Tasikmalaya Sabtu (13/7).

Kepala Kantor Cabang ACT Tasikmalaya Taufik Perdana mengungkapkan pendistribusian air bersih menjadi bagian dari respons cepat ACT terhadap dampak kekeringan di wilayah Priangan Timur, salah satunya di Kota Tasikmalaya.

“Kita bersama BPBD Kota Tasik bersama-sama secara simbolis melepas enam mobil water tank yang berisi ribuan liter air untuk kemudian didistribusikan ke beberapa titik kekeringan di wilayah Kota Tasik,” ujar Taufik kepada Radar di kantor Cabang ACT Tasik, kemarin.

Beberapa titik pendistribusian air bersih, kata dia, disalurkan ke masyarakat di wilayah Kecamatan Tamansari, Cibeureum dan Purbaratu. Rata-rata di wilayah kecamatan tersebut warga sudah sulit mendapatkan air bersih.

“Karena air sumur galian mulai mendangkal. Jadi sulit mendapat air yang layak dikonsumsi atau untuk masak, mandi dan keperluan lainnya. Termasuk khawatir terjangkit penyakit kulit,” terang dia.

ACT berharap kolaborasi tanggap darurat kemanusiaan dengan BPBD dalam pendistribusian air bersih, bisa menggugah semua pihak untuk tanggap atau memperhatikan warga di sekitarnya yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami mengajak kepada seluruh kalangan masyarakat baik itu komunitas untuk ikut berpartisipasi dan peduli dalam meringankan beban kerabat kita yang kena musibah kekeringan. Jadi kegiatan ini bisa menjadi penggerak awal,” kata dia.

Menurut Taufik, untuk melaksanakan aksi tanggap darurat apapun, termasuk kekeringan, jangan hanya mengandalkan peran pemerintah, semua pemangku kepentingan harus ikut serta supaya penanganannya cepat dirasakan dan optimal.

“Kita menyadari, memang tanggung jawab pertama ada di tangan pemerintah, tetapi kita juga sebagai bagian dari masyarakat, harus ikut terjun. Apalagi nanti puncak kemarau Agustus dan September nanti,” tambah dia.

Marketing Komunikasi Kantor Cabang ACT Tasikmalaya Rimayanti menambahkan, tujuan dari ACT Tasikmalaya berkolaborasi dengan BPBD dalam aksi cepat tanggap pendistribusian air bersih terhadap dampak kekeringan ini, pertama merespons cepat memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Karena memang sudah banyak laporan dan informasi dari warga baik ke ACT maupun ke BPBD, soal kekurangan air bersih dampak kekeringan khususnya di beberapa titik kecamatan di Kota Tasik, kita tanggapi cepat,” ujarnya.

Kemudian, yang kedua, karena ACT ini adalah lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan sudah barang tentu harus cepat merespons dan menolong masyarakat, baik itu yang tertimpa bencana atau musibah kekeringan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar menjelaskan pendistribusian air bersih ke tiga kecamatan terlaksana atas kolaborasi BPBD dengan ACT Cabang Tasikmalaya.

“Kita kolaborasi penanganan musibah kemanusiaan dampak kekeringan yang terjadi dengan ACT. Dengan distribusi air bersih,” ujarnya.

BPBD, kata Ucu, menyiapkan enam truk tangki air bersih masing-masing berisi 5 ribu liter air bersih. Jadi keseluruhan ada 30 ribu liter air yang disalurkan kepada warga terdampak kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih di enam titik di tiga Kecamatan Tamansari, Cibeureum dan Purbaratu.

Menurut Ucu, pendistribusian air bersih ini, bukan atas dasar keinginan dari BPBD atau ACT, akan tetapi usulan atau informasi dari masyarakat yang membutuhkan air bersih, baik laporan ke BPBD maupun ACT.

“Kita bersama ACT yang menyalurkan langsung air bersih, untuk memenuhi usulan atau laporan masyarakat baik melalui by phone maupun lewat surat. Sebelumnya, kita sudah mengirimkan surat kepada setiap kelurahan di wilayah Kota Tasik, untuk laporan kekeringan,” jelasnya.

Jadi, data awal dari laporan di setiap kelurahan tersebut dijadikan landasan untuk menyiapkan, mendistribusikan dan menyalurkan air kepada masyarakat. Termasuk menghitung berapa banyak liter air yang dibutuhkan.

Ucu meminta kepada masyarakat yang terdampak kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih, menjelang musim kemarau panjang, harus menghemat air, pergunakan dengan bijak, kemudian sediakan penampungan air yang cukup besar.

“Sehingga ketika ada pendistribusian air bersih bisa disimpan dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk keperluan sehari-hari. Artinya tidak di wadah-wadah kecil, nanti akan kesulitan menyimpan air,” ungkapnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Tasikmalaya Erik Yowanda menambahkan ada beberapa titik di wilayah Kecamatan Kawalu juga yang sudah kesulitan mendapatkan air bersih, selain di Tamansari, Purbaratu dan Cibeureum.

“Untuk Kawalu juga sudah mulai didistribusikan air bersih sebelumnya. Kita mengajak masyarakat ikut partisipasi membantu. Karena bencana termasuk kekeringan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, masyarakat juga harus ikut serta,” paparnya.

Menurut Erik, prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan dampak kekeringan yang cukup parah akan dirasakan Agustus hingga September 2019.

“Sekarang baru beberapa wilayah di Kota Tasik yang memang kena dampak kekeringan. Wilayah yang kita distribusi air memang hasil tinjauan dan laporan di lapangan,” ujarnya.

Artinya, tambah dia, debit air milik warga sudah mulai menyusut dan berkurang, bahkan sebagian masyarakat sudah ada yang mengambil air bersih di aliran sungai.

“Kondisi ini cukup mengkhawatirkan jika air yang diambil dari sungai tidak layak dikonsumsi atau terkena limbah pabrik. Jadi kebanyakan sumur nya sudah menyusut,” tambah dia.

Salah satu warga Kelurahan Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya Emak Sitoh (65) mengaku sangat terbantu adanya distribusi air dari BPBD dan ACT. “Alhamdulillah, bisa buat keperluan sehari-hari, yang penting buat minum dan masak,” tuturnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.