Berkomitmen Menjungjung Budaya Nusantara

42
PEMBUKAAN KARNAVAL. Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman membuka Karnaval TK 2019 bersama IGTKI-PGRI di Dadaha, Rabu (24/4). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Sebanyak 3.300 anak mengikuti karnaval TK 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia dan Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) se-Kota Tasikmalaya di Kompleks Olahraga Dadaha, Rabu (24/4).

Dalam kesempatan itu, IGTKI berkomitmen menjunjung nilai-nilai budaya nusantara dan inovasi. Caranya? Anak-anak yang menjadi peserta karnaval menggunakan baju daerah dan seragam profesi di Indonesia.

Ketua IGTKI Kota Tasikmalaya Dede Sapariah SPd MPd mengatakan tema karnaval tahun ini yaitu Karnaval Kreatif. Anak-anak diajak menjungjung nilai-nilai budaya nusantara. Dengan begitu, diharapkan terbentuk pribadi berkarakter Pancasila dengan inovasi yang berkolaborasi.

“Tujuan tahun ini dapat memupuk rasa persatuan, kesatuan dan kebersamaan di antara peserta didik TK serta mampu membangkitkan kebersamaan dan kemampuan guru-guru TK dalam berkreativitas untuk mengikuti karnaval kali ini,” ujarnya.

Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman hadir membuka Karnaval Kreatif 2019. Dia berharap murid TK dari 98 TK yang tersebar di Kota Tasikmalaya ini menjadi anak-anak cerdas dan berkualitas. ”Tanamkan karakter yang harus diajarkan di setiap siswa TK agar dapat cinta budaya. Termasuk memberi pelajaran kepada mereka (TK, Red) bahasa Sunda jangan sampai hilang. Berikutnya mengenal budaya dengan cara mendogeng bapak atau ibu guru saat di kelas,” ujar dia.

Menurut Budi, anak usia dini akan menjadi sebuah kekuatan dan menentukan generasi anak-anak di masa depan Kota Tasikmalaya. “Anak usia dini saat ini disiapkan dalam menargetkan generasi emas 2045, bagaimana sekitar usia 20 nanti dapat menjadi modal untuk kelangsungan bangsa dan negara ini ke depannya untuk mendapatkan bonus demografi,” kata dia.

Guru TK Ziadatul Khoer Maslahat Yati Rohayah SPd menuturkan Karnaval Anak-anak TK 2019 diharapkannya berdampak positif kepada anak. Mereka menjadi peduli dengan lingkungan, menghormati orang tua dan disiplin.

“Melalui kegiatan hari anak seperti ini agar membentuk imajinasi, berkreatif dan mandiri. Nantinya mempunyai rasa tanggung jawab kepada lingkungannya,” kata dia berharap. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.