Berpotensi Tsunami, Geber Simulasi

3

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PANGANDARAN – Polres Ciamis akan menggelar simulasi penanggulangan bencana di Pangandaran dalam waktu dekat ini. Rencananya, kegiatan tersebut akan disaksikan langsung Kapolda Jawa Barat.

“Kita akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, stakeholder terkait dan masyarakat untuk melaksanakan simulasi penanganan bencana untuk menguji respon kesigapan petugas dan masyarakat, mengingat wilayah kita berpotensi tsunami,” tutur Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadhi kepada Radar disela-sela kegiatan latihan simulasi, kemarin (10/10).

Dikatakannya, simulasi tersebut akan melibatkan banyak pihak, termasuk para relawan di bidang kebencanaan. “Kita membuat skenario seolah-olah terjadi gempa yang berpotensi tsunami, kemudian terjadi kepanikan. Selanjutnya TNI Polri berbagi peran bersama relawan untuk penanganan pasca bencana, termasuk evakuasi korban,” ujarnya.

Suyadhi berharap kegiatan simulasi tersebut dapat mengedukasi masyarakat terkait bagaimana cara menghadapi bencana. “Kami juga berharap kemampuan petugas meningkat, dan mudah-mudahan simulasi ini dapat menjadi dokumen bersama pihak-pihak terkait,” kata dia.

Lanjutnya, TNI Polri memiliki peran penting disaat menghadapi situasi bencana. Selain melakukan pengamanan, juga berperan dalam melakukan sterilisasi dan evakuasi korban bencana. “Kita uji kemampuan agar pada saat kejadian tidak terjadi kendala dan dapat meminimalisir korban bencana,” ungkapnya.
Ia menambahkan pihak-pihak yang terlibat dalam simulasi tersebut diantaranya anggota Polsek Pangandaran, Satpol Air Pangandaran
Koramil 1320 Pangandaran, TNI AL Pangandaran, Tagana Pangandaran, PMI Pangandaran, FKPPI Pangandaran, FKDM Pangandaran, SAR MTA Pangandaran, Jaga Lembur Pangandaran, AMS RESCUE, Manggala, RAPI Pangandaran, ORARI Pangandaran dan kelompok masyarakat lainnya.

Sebelumnya, juga digelar rapat koordinasi dengan stake terkait yang dipimpin langsungi Wakapolres Ciamis Kompol LW Sutriana. “Simulasi bencana ini kita laksanakan agar petugas dan masyarakat tau apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” ungkapnya.(nay)

loading...