Tugu Adipura Ikon Tasik Pernah Sukses Menjadi Daerah Bersih

Bersejarah TAPI Dipindah

3
AKAN DIPINDAH. Tugu Adipura di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya akan dipindahkan oleh Pemkot Tasikmalaya ke pulau jalan di Simpang Padayungan. Sampai saat ini rencana tersebut masih pro kontra.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Pemerintah Kota Tasikmalaya berencana memindahkan Tugu Adipura dari depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya ke pulau jalan di Simpang Padayungan. Anggarannya diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perwaskim) Kota Tasikmalaya H Yono S Karso menargetkan pemindahan Tugu Adipura rampung akhir tahun ini.

Bahkan dia mengaku sudah mengoordinasikan soal kebutuhan dana untuk tugu yang menjadi lambang bahwa Tasikmalaya pernah menjadi daerah yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan itu.

Dana tersebut supaya dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2018.

“Targetnya akhir tahun selesai. Itu dianggarkan sekitar Rp 200 juta untuk memindahkan ke Simpang Padayungan,” ujarnya usai menghadiri rapat di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Kamis (23/8).

Menurutnya, rencana pemindahan Tugu Adipura itu sesuai instruksi pimpinannya. Itu mengingat kebutuhan aksesibilitas lalu lintas di wilayah Tugu Adipura yang kian melebar. Terlebih, kini sudah dibangun Taman Kota yang kerap dibanjiri pengunjung. “Mungkin pertimbangannya dari aspek rekayasa lalu lintas, kita merespons kebutuhan jalan yang lancar,” tuturnya.

Apalagi, kata dia, saat ini pemerintah pusat kembali menggulirkan pembangunan air mancur di Taman Kota.

“Mungkin kerumunan masyarakat lebih banyak lagi kalau air mancur sudah jadi. Maka otomatis mempengaruhi terhadap ruang parkir dan lain sebagainya,” jelas Yono.

Pemindahan tugu bersejarah penanda raihan Piala Adipura empat kali berturut-turut 1993-1996 tersebut, diyakini Yono, tidak akan mempengaruhi nilai historis Tugu Adipura tersebut. Meski tidak dimungkiri bahwa Tugu Adipura tersebut sudah menjadi ikon Tasikmalaya saat pengendara memasuki kawasan Jalan HZ Mustofa.

“Saya kira tidak terlalu berpengaruh nilai historisnya. Sebab, lokasinya saja yang bergeser, namun tidak mengubah bentuk maupun keterangan yang tertulis di tugu,” paparnya.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Wahid mengatakan jika Pemkot memandang Tugu Adipura tersebut sangat bersejarah, maka Pemkot harus mengkaji ulang rencana pemindahan tugu tersebut.

Mengingat raihan Tasikmalaya menjadi daerah yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan itu, bukan perkara mudah.

Apalagi Kota Tasikmalaya saat ini belum benar-benar bebas dari penumpukan sampah. “Kalau itu memang sangat bersejarah, saya rasa harus dikaji ulang,” tegasnya.

Tetapi, politisi PKB ini memberi pengecualian. Apabila lokasi Tugu Adipura saat ini dinilai mengganggu untuk digunakan dan menjadi kendala terhadap hal yang lebih penting, maka, kata dia, tidak ada salahnya untuk dipindahkan.

Mengingat saat ini kawasan Taman Kota kerap macet menjelang sore dan malam hari. Kemudian tugu monumental itu dipindahkan ke titik lebih representatif dan tidak malah membuat timbul kemacetan.

“Yang penting esensinya tidak dihilangkan. Cuma posisi saja yang digeser. Padayungan juga kan masih (Jalan) HZ Mustofa meski berada di ujung jalur,” tolerilnya. (igi)

loading...