Bertahan karena Keluarga

154
0
Darren Staples / REUTERS LUAR BIASA. Kiper Manchester City Claudio Bravo dipeluk pelatih Manchester City Pep Guardiola usai membawa timnya mengalahkan Leicester di King Power Stadium kemarin.

Kiper Manchester City Claudio Bravo membayar lunas ”utangnya”. Tahun lalu, 10 Desember 2016, Bravo dipecundangi hidup-hidup oleh Jamie Vardy di King Power Stadium. Vardy mencetak hat-trick dan membawa Leicester menang 4-2 atas City di Premier League.

Kemarin di perempat final Piala EFL, Bravo dengan gemilang balas mempecundangi Vardy dkk. Meski dijebol di injury time lewat titik putih oleh Vardy, ketenangan kiper 34 tahun saat drama adu penalti membuat dua eksekutor terakhir The Foxes gagal. Yakni penendang keempat, Vardy, yang sepakannya melenceng. Kemudian eksekutor kelima, Riyad Mahrez, tendangannya diblok.

Meski jadi hero, Bravo tidak mau heboh akan hal itu. Buat bekas kiper Barcelona itu pujian malah bisa membuatnya keblinger alias lupa diri. Toh, musim ini panggung utama di bawah mistar gawang City bukan miliknya. Melainkan milik Ederson.

“Saya me­miliki hal yang sangat jelas. Apakah ini terbit atau tidak di artikel, namun hidup bukan cuma perkara sepak bola karena masih ada banyak hal lainnya seperti ke­luarga saya,” jawab Bravo seperti diberitakan ESPN kemarin. “Kami senang anak-anak belajar bahasa Inggris, berbicara dengan lancar. Inilah nilai-nilai keluarga bagi saya tanpa menghiraukan saya bermain atau tidak,” tambah kapten timnas Cile itu.

Jawaban sinis Bravo itu memang muncul karena media sering mengolok-oloknya karena musim ini Bravo sekedar ”pupuk bawang” dan cuma bermain empat kali. Sekali di Premier League, itupun karena Ederson cedera saat lawan Liverpool (9/9). Sedang tiga sisanya di Piala EFL.

“Saya pikir kami harus tetap kalem, kerja keras, dan bersabar juga rileks. Saya tak akan menggila (karena penampilan lawan Leicester, Red), seperti saya katakan ada banyak hal yang lebih penting ketimbang sekedar sepak bola,” beber kiper kelahiran Viluco itu.

Bravo yang sudah kehilangan konfidensi mengatakan kalau dirinya hanya beruntung ketika menjadi pahlawan di laga kemarin. Bagianya kesuksesan mengeblok penalti adalah buah latihan setiap harinya. (dra/jpg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.