Beruntung Sekali, Satu Bayi Diinginkan 14 Calon Pengadopsi

229
0
YANGGI F IRLANA / RADAR TASIKMALAYA DIIDAM-IDAMKAN. Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto melihat bayi laki-laki yang ditemukan di Lingkar Gentong, Kadipaten, Kabupaten Tasik Senin lalu.

TASIK – Sampai kemarin (1/12), sebanyak 14 calon pengadopsi menginginkan bayi laki-laki yang ditemukan warga di Lingkar Gentong, Kadipaten, Kabupaten Tasik Senin (27/11).

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Tasikmalaya akan mengusulkan saat rapat dengan Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya Selasa (5/12) untuk membatasi calon pengadopsi bayi yang diduga dibuang orang tuanya itu. ”Karena bayinya juga hanya satu. Jadi kasihan kalau semakin banyak keluarga yang memohon terkesan menjadi rebutan,” ujar Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto kepada Radar kemarin (1/12).

KPAI tidak ingin menimbulkan kekecewaan kepada para calon pengadopsi bayi laki-laki yang kini masih dirawat di Puskesmas Ciawi Kabupaten Tasikmalaya itu.

”Karena memang sangat besar harapan KPAI bayi tersebut mendapatkan orang tua yang benar-benar memiliki tanggung jawab untuk merawatnya,” terangnya.

Sampai saat ini, dari 14 keluarga yang mengajukan permohonan adopsi, kata Ato, ada empat keluarga yang sudah langsung datang melihat kondisi bayi tersebut. Diantaranya dari Tasikmalaya, Indramayu, Bandung dan Bogor. Karena kedatangan dan melihat langsung kondisinya merupakan salah satu bahan pertimbangan bahwa keluarga tersebut menunjukan keseriusan dalam mengadopsi bayi tersebut.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya M Nandang Suhendi, sebelumnya, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi atas banyaknya keluarga yang berniat mengadopsi bayi tersebut.
“Sejauh ini saya baru tahu secara komunikasi saja banyak yang berminat adopsi, sedangkan secara data resmi siapa saja yang akan mengadopsi belum ada laporan,” paparnya.

Loading...

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Puskesmas Ciawi Kabupaten Tasikmalaya Asep Rudi mengatakan kondisi bayi yang ditemukan warga di Lingkar Gentong itu sangat sehat. Sehingga tidak ada perawatan khusus yang diberikan kepada bayi tersebut.

“Kita hanya memberikan perawatan seperti terhadap bayi pada umumnya. Karena kondisi sehat, bayi tidak rewel, jadi ketika sudah minum susu kemudian tidur lagi,” tandasnya. (yfi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.