Mencetak Penjahit Andal dan Terampil

BI Dorong Ekspor Industri Tekstil

34
PELATIHAN SDM. Kepala KPw Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji (tengah) foto bersama peserta pelatihan menjahit dan stakeholder di SMK Al Ma’rufi Cibeuti Kawalu Kota Tasikmalaya Rabu (17/7). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Meningkatkan produktivitas industri tekstil, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menggelar pelatihan menjahit di SMK Al Ma’rufi Cibeuti Kawalu Kota Tasikmalaya Rabu (17/7).

Pelatihan ini menyasar 30 penjahit. Mereka dilatih untuk menghasilkan produk tekstil berkualitas tinggi dan berdaya saing global.

Kepala KPw Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, di era globalisasi seperti sekarang ini, industri harus terpacu untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sehingga mampu memenuhi permintaan pasar domestik maupun internasional.

“Salah satu upaya mendorong kinerja industri yakni dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang andal dan terampil,” katanya.

Lanjutnya, salah satu potensi lokal yang berpotensi ekspor yakni produk tekstil yang berada di kawasan Kawalu Kota Tasikmalaya. “Peluang ekspor di bidang tekstil terbuka lebar. Produk tekstil bisa di ekspor ke kawasan Eropa dan Asia,” kata dia.

Adanya pelatihan menjahit ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan terampil di sektor tekstil. “Sehingga bisa mendorong produktivitas industri tekstil lokal dalam melakukan ekspor,” ujar dia.

Ia merinci, peserta pelatihan ini merupakan generasi muda lulusan SMK. Mereka akan dilatih oleh instruktur andal dari SMK Al Ma’rufi selama 3 bulan, terdiri dari 16 kali pendampingan dan 8 kali belajar praktik di PT Tjiwulan Putra Mandiri Tasikmalaya.

SDM yang sudah terlatih nantinya akan diserap oleh PT Tjiwulan Putra Mandiri Tasikmalaya. Mereka akan berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi tekstil. “Penambahan 30 SDM ini akan menghasilkan 550 pieces produk tekstil per hari dengan harga jual produk Rp 80 ribu per-pieces. Maka produktivitas dalam sebulan bisa menghasilkan omzet sekitar Rp 1 miliar,” katanya.

Ke depannya, akan ada pelatihan vokasi untuk pengrajin dari sektor bordir yang saat ini mulai kesulitan regenerasi.

Camat Kawalu Rusani Jaelani mengatakan, pelatihan yang difasilitasi BI ini bisa melahirkan tenaga kerja terampil dan menciptakan wirausaha baru di Kecamatan Kawalu.

“Pelatihan ini merupakan terobosan dalam melahirkan tenaga kerja terampil yang bisa menggeliatkan perekonomian daerah,” ujar dia.

Lanjutnya, kerajinan bordir dan produk tekstil asal Kawalu berpotensi untuk go internasional. “Terlebih dengan pelatihan SDM, tentu bisa mendongkrak potensi daerah,” katanya.

Wakil Kepala SMK Al Ma’rufi Bidang Kurikulum Iman Sandisi MPdI mengatakan, di sekolahnya terdapat jurusan tata busana. Adanya pelatihan menjahit dari BI bisa meningkatkan kompetensi keahlian generasi muda. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.