BI Membuka Galeri Kiwari, One Stop Shopping UMKM Unggulan Priangan Timur

100
1
GALERI KIWARI. Kepala KPw BI Tasikmalaya Heru Saptaji difoto bersama dengan para pelaku UMKM binaan BI saat peresmian Galeri Kiwari di Jalan Pesantren Al Misbah Nomor 37 Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung, Senin (16/12). Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya meresmikan Galeri Kiwari di Jalan Pesantren Al Misbah Nomor 37 Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung, Senin (16/12). Galeri Kiwari merupakan one stop shopping Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan Priangan Timur binaan KPw BI.

Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, Galeri Kiwari merupakan tempat berkumpulnya produk-produk kreatif UMKM binaan BI. Produk yang disediakan merupakan produk yang biasa dipamerkan di karya kreatif Indonesia, sudah menembus ekspor, ada di online dan di toko-toko alun-alun Indonesia.

Galeri Kiwari, kata dia, juga melengkapi keberadaan one stop east Priangan Timur Tourism atau pariwisata terintegrasi yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, wisatawan-wisatawan yang datang ke Tasikmalaya bisa berbelanja beragam cendera mata, produk bordir dan camilan-camilan khas Tasik.

“Camilan ini luar biasa. Halal terjamin, kemasan bagus. Bahkan untuk camilan ini dalam proses sertifikasi halal,” tutur Heru.

Dengan konsep galeri itu, para wisatawan atau konsumen tidak perlu lagi mendatangi tempat-tempat yang menjual produk khas Tasik. Mereka cukup berbelanja di galeri karena sudah menyediakan produk yang lengkap dan berkualitas baik.


“Ini kita harapkan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tasikmalaya yang memang ditopang sektor perdagangan. Kalau kita tumbuhkan kembali pusat perdagangan, dia akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bisa jadi sentra perdagangan di Priangan Timur,” kata dia.

Adapun jumlah UMKM yang bergabung di Galeri Kiwari ada sekitar 50 UMKM. Harga produk yang dijual lebih rendah dari harga lainnya. “Kita ingin kalau mereka belanja datang ke kita Tasikmalaya,” ujarnya.

GUNTING PITA. Sekda Kota Tasikmalaya Drs Ivan Dicksan bersama Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya Dra Hj Eti Atiyah melakukan gunting pita peresmian Galeri Kiwari.
GUNTING PITA. Sekda Kota Tasikmalaya Drs Ivan Dicksan bersama Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya Dra Hj Eti Atiyah melakukan gunting pita peresmian Galeri Kiwari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan menyebutkan keberadaan Galeri Kiwari bisa mempermudah para wisatawan atau masyarakat lokal untuk mencari produk unggulan di Kota Resik. “Memang produk industri kreatif itu sangat banyak di Kota Tasikmalaya,” kata dia.

Selama ini, para pengunjung kesulitan mendapatkan produk industri kreatif Kota Tasikmalaya karena lokasinya tersebar. Seperti bordir Kawalu dan batik Cigeureung. Kini, setelah ada Galeri Kiwari, produk-produk kreatif itu menjadi terkumpul.

“Pengunjung itu membutuhkan satu tempat namun produk industri kreatif itu semua ada dan tidak memerlukan banyak waktu,” ujar dia.

Ivan mengapresiasi konsistensi BI dalam mengembangkan produk wirausaha binaan BI atau WuBI. Bahkan, WuBI itu bukan hanya ditingkatkan dari kualitas produk dan sumber daya manusianya (SDM), tetapi juga dikembangkan pemasarannya.

“Alhamdulillah mereka saat ini sudah bisa berjualan online. Dan ini merupakan salah satu sinergitas program pemerintah,” tutur dia.

Ketua Klaster Binaan BI, Evi Siti Mudorika menyebutkan, melalui bantuan BI, usaha dia dan rekan-rekannya lebih maju. Keberadaan Galeri Kiwari itu pun semakin mempermudah para pelaku UMKM dalam menjual produknya.

Di galeri tersebut ada 10 produk bordir dan 21 macam produk makanan dari WuBI.

“Untuk harganya sendiri bersahabat. Bahkan bordir dijual harga premium. Pokoknya lebih murah dari harga di luar,” ujar dia.

Dia berharap Galeri Kiwari bisa memajukan sektor ekonomi dan mempermudah pembeli yang menginginkan produk industri kreatif Tasikmalaya. (ujg/adv)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.