Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
16%

84%

BI: Rupiah Masih Terlalu Murah

15
0

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyebutkan nilai tukar rupiah yang dalam beberapa hari terakhir bergerak di kisaran Rp 13.900, masih terlalu murah (undervalue). Ini mengindikasikan masih terdapat ruang penguatan untuk waktu ke depan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan fundamental perekonomian yang menurutnya terus membaik. Hal ini terlihat dari indikator inflasi, prospek pertumbuhan ekonomi 2019 dan juga neraca pembayaran.

“Secara hitung-hitungan fundamental, rupiah kita masih undervalue (terlalu murah). Baik dari inflasi rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang akan lebih baik, dan juga NPI yang lebih baik,” ujar Perry di Jakarta, Jumat (8/2).

Merujuk kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah sejak Jumat pekan kemarin (1/2), terus merangsek ke level kisaran Rp 13.970 dari sebelumnya di Rp 14.072. Pada Jumat (8/2), kurs tengah BI menetapkan rupiah di Rp 13.992 per USD.

Adapun di pasar spot, Jumat (8/2) pagi, kurs rupiah dibuka di level Rp 13.995 per USD atau melemah 22 poin dibanding posisi sebelumnya Rp 13.973 per USD. Menurut analis ekonomi Samuel Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, nilai tukar (kurs) rupiah kemungkinan bergerak melemah karena pesimisme yang kembali muncul pada pelaku pasar atas penyelesaian perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. “Kemungkinan kurs rupiah melemah karena isu perang dagang AS-China,” ujar Lana.

Kendati belum ada pernyataan resmi, tetapi pernyataan Presiden Donald Trump bahwa tidak ada pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping, seperti mengkonfirmasi potensi kebuntuan pembicaraan mengenai kesepakatan dagang tersebut pada saat ini.

Efek perang dagang antara AS dan China terhadap perdagangan global, kata Lana, mulai terlihat. Neraca transaksi berjalan Jepang misalnya, mencatatkan surplus pada Desember 2019, semakin kecil sejak empat bulan terakhir. Penurunan surplus tersebut terutama berasal dari neraca barang yaitu ekspor-impor Jepang. Dia mengatakan kekhawatiran utama efek perang dagang AS-China berdampak pada melambatnya ekonomi global. (rh/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.