BI Tasik Targetkan 12 Juta Merchant QRIS, Wujudkan Smart City Dengan..

92
0
Istimewa. PAPARKAN MATERI. Narasumber memaparkan materi saat webinar yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Rabu (10/2/2021). Tema yang diusung yakni Implementasi Pembayaran Digital untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Daerah, serta Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
Istimewa. PAPARKAN MATERI. Narasumber memaparkan materi saat webinar yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Rabu (10/2/2021). Tema yang diusung yakni Implementasi Pembayaran Digital untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Daerah, serta Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
Loading...

TASIK – Dalam upaya mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menggelar webinar melalui Zoom, Rabu (10/2/2021).

Tema yang diusung yakni Implementasi Pembayaran Digital untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Daerah, serta Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Darjana mengatakan, inovasi teknologi yang berkembang pesat saat ini mendorong perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah digital, sehingga otoritas kebijakan pun berinovasi merespons perubahan-perubahan tersebut untuk kebaikan bangsa.

“Merespons perkembangan ekonomi digital tersebut, Bank Indonesia melakukan launching QRIS pada 17 Agustus 2019 sebagai hadiah kemerdekaan bagi bangsa. QRIS merupakan standar pembayaran berbasis QR Code yang akan menjadi rujukan berbagai penyelenggara pembayaran dengan menggunakan smartphone,” ujarnya.

Ia menjelaskan, QRIS merupakan standarisasi QR code, sehingga hanya dengan satu barcode dapat menerima pembayaran dari semua aplikasi sistem pembayaran, seperti Gopay, Dana, Link Aja, OVO, serta berbagai aplikasi pembayaran dari perbankan.

loading...

“Dengan QRIS, pelaku UMKM dapat menggunakan model pembayaran secara non tunai dengan hanya 1 macam QR Code. Konsumen pun dapat menggunakan aplikasi pembayaran apapun untuk melakukan transaksi,” katanya.

QRIS telah menjadi standar QR code untuk pembayaran di Indonesia yang secara nasional wajib diimplementasikan per 1 Januari 2020.

Saat ini, di Indonesia sudah terdapat 46 PJSP yang terdaftar sebagai penyelenggara QRIS, yang mencakup perbankan, perusahaan switching dan lembaga selain perbankan yang biasa dikenal sebagai aplikasi e-wallet seperti LinkAja, Ovo, Gopay, dan sebagainya.

“Di Priangan Timur pun sudah terdapat sekitar 20 PJSP penyelenggaran QRIS yang siap membantu masyarakat untuk pengajuan QRIS,” katanya.

Darjana menjelaskan, adapun webinar merupakan salah satu upaya untuk semakin mendorong perluasan penggunaan QRIS dalam rangka pencapaian target implementasi QRIS nasional tahun 2021 sebanyak 12 juta merchant dan target implementasi QRIS di Jawa Barat sebanyak 2,5 juta merchant, serta target implementasi QRIS di Priangan Timur sebanyak 150 ribu merchant.

“Sampai dengan bulan Januari 2021, sudah terdata 52.675 merchant di Priangan Timur yang menggunakan QRIS,” ujarnya.

Tak hanya merchant, pembayaran dengan QRIS juga sudah digunakan untuk transaksi lainnya, seperti pembayaran infak sodakoh di masjid, pembayaran e-library dan koperasi mahasiswa di universitas seperti di Unigal dan Unsil, serta transaksi di pasar tradisional dan tempat makan lainnya di Priangan Timur.

“Salah satu keunggulan QRIS adalah antar aplikasi pemain, baik bank ataupun non-bank sudah saling terhubung dengan mudah, termasuk bank-bank di daerah,” katanya.

Dengan QRIS, sambungnya, dapat mendorong kemajuan sektor UMKM termasuk koperasi, yang tentunya mempercepat akses keuangan bagi pelaku usaha dimana pun dan siapa pun, sehingga membantu peningkatan aktivitas inklusi ekonomi.

Beberapa manfaat dari QRIS adalah mengikuti tren pembayaran non tunai digital, artinya tersedia alternatif metode pembayaran bagi customer di antaranya terpisahnya uang untuk pribadi dan usaha secara otomatis, mengurangi kesulitan merchant dalam menyediakan uang kecil untuk kembalian dan menghilangkan potensi kerugian akibat penerimaan pembayaran menggunakan uang palsu.

“Tak hanya bagi pelaku usaha, penggunaan QRIS pun mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan tentunya pendapatan daerah,” ungkapnya.

Beberapa keuntungan yang bagi pemerintah daerah adalah terdatanya jumlah pelaku UMKM karena dengan QRIS, semua pelaku UMKM memperoleh nomor ID Nasional (NMID); Tersedianya alternatif pembayaran restribusi dan pajak yang murah dan efisien; Persiapan daerah masuk ekonomi keuangan digital sekaligus membantu percepatan smart city; serta sejalan dengan semangat program elektronifikasi transaksi Pemda.

“Maka saya mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung penerapan QRIS di setiap sektor, dan kita wujudkan Priangan Timur menjadi smart city dengan digitalisasi ekonomi,” ujarnya. (rls/na)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.