BI Tegaskan Uang Elektronik Tetap Sah

228
0

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) bersikukuh uang elektronik me rupakan alat pembayaran yang sah di mata hukum. Meski bukan uang kartal berbentuk logam maupun kertas seperti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, uang elektronik dalam bentuk kartu maupun akun virtual merupakan alat bayar yang menggunakan rupiah.
“Rupiah itu ada yang ben­tuk­nya uang tunai, ada juga yang nontunai. Jika masyarakat bertransaksi dengan uang elektronik, kan sama saja dengan transaksi dengan perbankan. Bayar pakai kartu kredit, debit, transfer, semuanya nontunai. Tapi tetap rupiah. Sehingga itu sah,” ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara kepada Jawa Pos (Grup Radar Tasikmalaya) pada Jumat (13/10).
Dia menekankan penye­leng­garaan uang elektronik bertujuan memudahkan dan menghindarkan masyarakat dari tindak kejahatan.
Selain itu, aliran transaksi lebih mudah terlacak. Mirza memahami bahwa butuh waktu bagi masyarakat Indonesia untuk benar-benar menerima budaya transaksi nontunai.
Rencana penerapan wajib bayar tol secara nontunai tetap akan diberlakukan pada 31 Oktober 2017 sesuai kebijakan pemerintah.
Berbagai protes dari ma­sya­rakat tetap menjadi ma­suk­an, baik bagi bank, BI, badan usaha pengelola jalan tol, maupun pemerintah. Na­mun, aturan tersebut tetap akan dilaksanakan. (rin/c21/noe)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.