Beranda Bisnis BI Tekan Inflasi Lewat Budidaya Bawang Merah

BI Tekan Inflasi Lewat Budidaya Bawang Merah

51
0
BERBAGI
foto-foto: DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA PANEN BAWANG MERAH. Manager Unit Pengembangan Ekonomi KPw BI Tasikmalaya Ranika Ayu Mayang (empat dari kanan) bersama Kepala Dispertan Mohamad Zen (empat dari kiri), Staf Ahli Bupati Ir Safari Agustin MP (kelima dari kiri), Kepala Desa Cikubang Jajang (kedua kiri) bersama Kelompok Tani Ciptarasa VI dan penyuluh pertanian saat panen bawang merah ramah lingkungan di Desa Cikubang Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya Kamis (11/1).

TARAJU – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya menggelar panen perdana bawang merah ramah lingkungan tanpa pestisida kimia di Desa Cikubang Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya Kamis (11/1). Panen tersebut merupakan bagian program sosial BI Demplot (Demonstration Plot) Bawang Merah Klaster Hortikultura.
Manager Unit Pengembangan Ekonomi KPw BI Tasikmalaya Ranika Ayu Mayang menjelaskan Demplot (Demonstration Plot) Bawang Merah Klaster Hortikultura di Desa Cikubang Kecamatan Taraju dikelola Kelompok Tani Ciptarasa VI. Demplot merupakan program sosial BI yang ingin terus berdedikasi untuk negeri.
Demplot atau metode penyuluhan pertanian kepada petani dengan cara membuat lahan percontohan. Tujuannya, agar petani bisa melihat dan membuktikan cara budidaya bawang merah dengan varietas unggul didampingi dan dibimbing para penyuluh pertanian di kecamatan dan kilinik tanaman.
Benih bawang merah, kata Mayang, ditanam tanggal 3 November 2017 dan bisa dipanen 11 Januari 2018 oleh Kelompok Tani Ciptarasa VI. “BI sendiri memberikan stimulus dengan dua hektare lahan untuk menanam bawang merah. Kita siapkan pengembangan bawang merah oleh Kelompok Tani Ciptarasa VI di Desa Cikubang Taraju ini menjadi pusat penangkaran benih bawang merah,” ujar Mayang usai panen perdana bawang merah di Desa Cikubang Kecamatan Taraju, Kamis (11/1).
Nanti benih atau bibit bawang merah yang ditanam di Desa Cikubang Kecamatan Taraju oleh Kelompok Tani Ciptarasa VI akan coba ditanam di kecamatan lain. Diantaranya, Sodonghilir dan Bojonggambir termasuk ke Kabupaten Pangandaran.
Melalui pengembangan bawang merah ini, jelas dia, diharapkan bisa menambah pasokan komoditas bawang ke pasaran. ”Sehingga inflasinya bisa stabil, dari segi komoditas pangan bawang. Fluktuasi bawang merah, kata dia, cukup tinggi. Itu salah satu komoditas penyumbang inflasi di komoditas pangan,” jelasnya.
BI hadir dalam Program Sosial Demplot Bawang Merah Kluster Hortikultura ini semata-mata untuk menekan angka inflasi dan menyejahterakan masyarakat di Tasikmalaya. ”Alhamdulillah masyarakat atau petani sekarang mengetahui pengembangan bawang merah ini berhasil. Dari satu siung bisa menjadi 19 biji bawang. Jadi makin semangat untuk mengembangkannya,” terangnya.
Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Uung Gumilar mengapresiasi langkah KPw BI Tasikmalaya yang mulai merambah ke pengembangan atau budidaya bawang merah dalam rangka menekan inflasi akibat kekurangan pangan komoditas bawang. ”Saya kira program BI cukup bagus. Alhamdulillah BI sudah mulai masuk ke wilayah peningkatan produksi pangan. Target kita ingin bawang merah dapat swasembada di 2018,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tasikmalaya Dr H Mohamad Zen berterima kasih kepada KPw BI Tasikmalaya yang sudah membudidayakan bawang merah. ”Kami ucapkan terima kasih kepada BI, MoU antara BI dengan pemerintah daerah bukan hanya sebatas di atas kertas. Tapi dibuktikan dengan action diantaranya dengan penanaman bawang merah,” jelasnya.
Program pengembangan bawang merah yang terlaksana atas kerja sama BI dengan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sangat disambut baik oleh masyarakat kabupaten. ”Seperti oleh Kelompok Tani Ciptarasa VI di Desa Cikubang Kecamatan Taraju yang mampu mengembangkan bibit bawang merah,” paparnya.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Tasikmalaya Ir H Safari Agustin MP mengatakan dengan adanya Demplot Bawang Merah Klaster Hortikultura ini bisa dikembangkan oleh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. ”Sehingga orang Tasikmalaya tidak usah membeli bawang ke luar. Kalau kita ketergantungan bawang ke luar, nanti harga akan mahal. Sehingga masyarakat tidak akan sejahtera,” paparnya.
Menurut Safari, bawang merah merupakan kebutuhan pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Maka harus dikembangkan ke semua kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. ”Saya apresiasi sekali, karena bawang ini merupakan salah satu penyebab inflasi. Kalau kita inflasi terlalu tinggi akan mengganggu kesejahteraan masyarakat,” kata Safari.
Kepala Desa Cikubang Kecamatan Taraju Jajang mengaku manfaat pengembangan tanaman bawang merah oleh Kelompok Tani Ciptarasa VI di Desa Cikubang dengan dibantu oleh BI, penyuluh pertanian dan klinik tanaman sangat banyak manfaatnya. ”Yang pertama permodalan, ilmunya, ekonomi masyarakat terangkat dan inflasi bisa ditekan,” ungkapnya.(dik/adv)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here