Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.3%

53.9%

6.8%

0.7%

12.9%

0%

23.2%

0%

BI Tasikmalaya Tingkatkan Ekonomi di Pesantren

22
0
TUNJUKKAN. General Manager Qini Vaname Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya Sidik Ario Prasojo menunjukkan Dringkable Tap Water Senin (3/12). Alat itu merupakan bantuan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya. UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya terus meningkatkan perekonomian di wilayah Priangan Timur.

Peningkatan ekonomi tersebut tidak hanya berupa bantuan materi melainkan melalui pelatihan dan pembinaan di Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya

General Manager Qini Vaname Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya, Sidik Ario Prasojo mengatakan, pergerakan dan potensi Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya sejalan dengan program Bank Indonesia untuk memajukan perekonomian bangsa.

“Kita membangun ekonomi ini bertujuan untuk menjalankan misi dakwah dan pendidikan,” katanya kepada Radar, Selasa (3/12).

Tambah dia, sejauh ini Bank Indonesia sudah memberikan perhatian khusus kepada Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya, mulai dari pelatihan laporan keuangan para santri, memberikan pendampingan untuk bisa mengembangkan potensi ekonomi salah satunya yakni usaha tambak udang.

“BI ini mendorong kami untuk bisa melakukan penetrasi ke pasar nasional dan internasional,” ungkapnya.

Sidik menjelaskan, pelatihan yang diberikan kepadanya yakni proses ekspor udang vaname.

“BI memfasilitasi kami untuk bisa mendirikan mini plant pengolahan udang yang kami produksi. Tujuan akhirnya udang olahan kami ini memiliki nilai jual lebih sehingga meningkatkan perekonomian kami dan devisa negara nantinya,” jelasnya.

Tambah dia, selama ini bimbingan dan pelatihan dari BI sangat membantu Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya.

“Sebelum ada pembinaan dari BI, ruang lingkup pemasaran udang produksi kami hanya sekitar Tasikmalaya, kini meluas ke nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Keberadaan BI juga tidak hanya dirasakan oleh Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya, juga para petani yang menjadi binaan Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya.

“Secara tidak langsung mereka ini akan menjadi bagian dari tim kami yang mendukung pasokan udang yang dibutuhkan oleh pasar nasional maupun internasional,” katanya.

Ia menyebutkan, dengan adanya pembinaan dari BI hasil panen udang vaname meningkat. Awalnya hanya kapasitas 10-15 ton sebulan, kini sudah memproduksi lebih dari 40 ton sebulan.

Bahkan dalam tiga bulan ini Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya diundang dan diberikan pelatihan oleh BI dengan didampingi oleh Regional Ekonomi Development Foundation. Pelatihan ini mengenai pengenalan dasar ekspor ke pasar internasional.

“Materi yang diberikan itu semua baru kita dapatkan, khususnya mengenai dokumen yang harus disiapkan ketika melakukan ekspor,” katanya.

Termasuk memberikan pembekalan mengenai strategi yang harus disiapkan, aspek legalitas, hukum, termasuk kemungkinan masalah hukum yang dihadapi saat melakukan ekspor.

“Bahkan kami melakukan praktik langsung bertemu dengan para buyer dalam trade expo Inernasional,” katanya.

Sebagai tidak lanjut dari kegiatan trade expo itu, pihaknya mengikuti event Internasional Syariah Ekonomi Festival di Jakarta bulan lalu.

“Alhamdulillah dari kedua event tersebut semakin terbuka pandangan kami memang potensi pasar begitu besar. Sehingga kami semakin bersemangat dan termotivasi untuk bisa lebih meningkatkan lagi kapasitas,” katanya.

BI juga memberikan kontribusi untuk para santri dan jamaah melalui program Dringkable Tap Water yakni sebuah program pengolahan air yang tadinya tidak layak bisa menjadi layak. Bahkan air itu bisa dikonsumsi secara langsung.

“Jadi para santri dan jamaah ketika membutuhkan air minum tidak sulit, mereka tinggal langsung membuka krannya yang sudah disediakan lalu diminum,” ujar dia.

Sejauh ini air tersebut masih di konsumsi lingkung internal pesantren. Namun ke depannya pihaknya meyakini bahwa dengan dukungan BI Dringkable Tap Water tersebut bisa dijadikan peningkatan ekonomi.

“Kami sudah mengagendakan sebuah program yakni pembuatan air minum dalam kemasan dengan nama air karomah,” jelasnya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.