Bidan Desa Digenjot 5 Penjahat di Tempat Kerja, HP dan Uang Dibawa Kabur

821
0
ilustrasi

OGAN ILIR – Kasus bidan desa digenjot dan dirampok di tempat kerjanya di Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel) masih didalami polisi.

Kasus ini mendapat perhatian khusus Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel. Pasalnya, kasus tersebut dinilai kasus kejam.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan pihaknya telah memerintahkan Kapolres dan Puslabfor serta dibantu oleh tim Polda Sumsel untuk melakukan investigasi dalam mengungkap kasus ini.

Zulkarnain menduga pelaku pemerkosaan terhadap bidan desa berinisial Y (25) berjumlah orang. Namun, wajah korban belum dapat diidentifikasi karena saat melancarkan aksinya wajah pelaku ditutup.

“Pelaku ini melakukan pengancaman serta membekap korban saat melancarkan aksinya,” kata Zulkarnain saat ditemui di Mapolda Sumsel, Rabu (20/1).

Meskipun begitu, Zulkarnain mengaku beberapa barang bukti telah diamankan dan keterangan saksi yang berada di sekitaran lokasi juga dikumpulkan.

Barang bukti dan keterangan saksi menjadi petunjuk bagi polisi untuk mencari para pelaku perampokan diserta pemerkosaan ini.

Menurut Zulkarnain, korban masih menjalani proses perawatan di rumah sakit Bhayangkara Palembang untuk memulihkan kondisi trauma yang dialami korban sembari menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Palembang.

“Kami sangat serius menangani kasus ini dan kami akan menangkap para pelakunya,” tutupnya.

Seperti diketahui, korban yang berprofesi sebagai bidan desa ini menjadi korban perampokan disertai pemerkosaan saat berada di Poskesdes, tempat korban bekerja.

Kejadian ini berawal saat korban menginap di Poskesdes di Kabupaten OI, Sumsel bersama anaknya berusia 9 bulan, Selasa (18/2). Kondisi pintu yang tidak terkunci, membuat pelaku dengan mudah masuk.

Kemudian, pelaku pun langsung menutup kepala korban dengan menggunakan bantal dan mencekik leher korban. Bahkan, pelaku juga sempat mengancam akan membunuh korban.

Korban kemudian diperkosa pelaku. Usai melakukan pemerkosaan, pelaku mengambil telpon genggam milik korban beserta uang Rp 500 ribu. Pelaku kemudian kabur. Hingga, akhirnya korban meminta tolong kepada warga.

Dari TKP, polisi menyita barang bukti yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya seperti bantal dan lainnya.

“Kami masih menyelidiki kasus ini untuk mencari pelaku pemerkosaan disertai perampokan ini,” ucap Kasat Reskrim Polres OI, AKP Maliki Ibrahim. (jpg/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.