Bidan PTT Diangkat Jadi CPNS

565

Kembali Disalip, Honorer K2 Merasa Terlukai
JAKARTA – Tahun ini pemerintah akan mengangkat CPNS dari bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan dokter spesialis usia 35 tahun ke atas. Namun, pengangkatan CPNS dari usia 35 tahun ke atas tidak akan ada lagi. Tahun ini terakhir kalinya.

“Sesuai kesepakatan bersama Kemenkopolhukam, Kemenkes, KemenPAN-RB, 4.200 bidan PTT dan dokter yang berusia 35 tahun ke atas dan maksimal 40 tahun kami angkat CPNS tahun ini. Pengangkatan mereka lewat Keppres,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur di kantornya,Senin (29/1).

Dia menyebutkan untuk tenaga kesehatan sebenarnya berjumlah 42 ribu orang. Namun, yang diangkat CPNS tahun 2017 sebanyak 39 ribu sehingga tersisa 4.200 orang.

4.200 yang belum terangkat ini karena usianya melebihi 35 tahun. Dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN) disebutkan, batas usia maksimal CPNS adalah 35 tahun.

“Karena menghabiskan tenaga kesehatan yang tersisa, akan diterbitkan Keppres. Ini terakhir usia di atas 35 sampai 40 diangkat PNS,” tegasnya.

Sementara itu, kebijakan pemerintah untuk mengangkat bidan desa PTT dan dokter usia 35 tahun ke atas menjadi CPNS tahun ini, disambut dukacita ratusan ribu honorer kategori dua (K2).  Mereka merasa sakit hati karena selalu dianaktirikan. “Ya Allah kami kesalip terus, dianaktirikan, dan tidak pernah dipandang sebagai orang yang sudah berjasa. Kami dianggap membebani saja,” kata Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih kepada JPNN (Grup Radar Tasikmalaya) pada Selasa (30/1).

Dengan suara bergetar, Titi mengungkapkan dahulu guru bantu jadi PNS pakai surat sakti Presiden. Kemudian, bidan PTT di bawah 35 tahun juga diangkat PNS.

Yang menyakitkan, lanjutnya, MenPAN-RB merekrut CPNS jalur umum. Padahal sebelumnya menyatakan tidak ada anggarannya. “Giliran mau angkat honorer katanya enggak ada anggaran dan membebani APBN. Terus sekarang malah bidan PTT 35 tahun ke atas mau diangkat pakai Keppres,” tuturnya.

Dia menambahkan bila honorer K2 disalip terus di tikungan, kapan diangkat? Korwil FHK2I DKI Jakarta Nurbaiti menambahkan pengangkatan CPNS dari bidan PTT dengan menggunakan Keppres sangat melukai honorer K2.

Selama ini bukan hanya bidan yang mengabdi, honorer K2 juga bekerja hingga puluhan tahun dengan gaji sangat minim. “Sakitnya tuh di sini Pak Menteri. Kurang apalagi pengabdian kami. Kami juga pengin sejahtera, pengin status yang jelas. Katanya ini negara sudah merdeka tapi mana kemerdekaan itu,” ucap Nurbaiti.

Di lain pihak, Pemerintah diminta membatalkan rencana menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai payung hukum pengangkatan bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang usia 35 tahun ke atas menjadi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Alasannya, pembahasan revisi Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) yang diharapkan menghapus batasan usia 35 tahun dan sebagai pintu masuk honorer kategori dua (K2) menjadi CPNS sedang berjalan.

Kebijakan tersebut juga dinilai tidak adil karena honorer K2 yang mayoritas guru, hingga saat ini belum jelas nasibnya. “Bila pemerintah tetap mengeluarkan Keppres untuk pengangkatan bidan PTT akan terjadi gejolak di daerah-daerah. Honorer K2 pasti akan protes,” ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Maluku Utara (Malut) Said Amir pada Rabu (31/1).

Sikap protes honorer K2 ini, karena merasa sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah yaitu mekanisme tes, mengabdi per Januari 2005 hingga saat ini, dan syarat lainnya.

Mereka berharap agar semua bentuk pengangkatan baik honorer K2 dan sejenisnya, menunggu rampungnya revisi UU ASN. “Pemerintah dan DPR kan sudah sepakat untuk menyelesaikan revisi UU ASN. Mohon Keppres untuk bidan PTT dihentikan dulu. Kalau tidak, negara sudah bersikap tidak adil untuk rakyatnya,” tandasnya. (esy/jpnn)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.