Bike Messenger di Kota Tasik Mampu Bertahan Selama Pandemi, Kenapa?

404
0

KOTA TASIK – Berbagai usaha sejak beberapa bulan ini terganggu akibat pandemi corona membuat roda perekonomian tiap daerah terganggu.

Beberapa karyawan perusahaan pun tak luput dari penghentian hubungan kerja dan banyak yang menganggur tak memiliki penghasilan.

Namun, ada beberapa jenis usaha yang justru mampu bertahan di saat pandemi yang selama ini dijalankan oleh kalangan muda inovatif dan inspiratif.

Seperti usaha jasa yang ditekuni Sandi Hendrayana (39), warga Jalan Empang, Kota Tasikmalaya, dengan menjalankan usaha kurir sepeda atau bike masengger.

“Saya awalnya terinspirasi bagaimana caranya bisa usaha tanpa modal dan memakai alat seadanya yang dimiliki di rumah,” katanya kepada wartawan, Kamis (05/11) siang.

“Awalnya terinspirasi dari film dan saya yang pengangguran berpikir membuka usaha jasa kurir dengan memakai sepeda seadanya yang ada di rumah,” sambung ayah satu anak ini, yang ditemui di tempat usahanya, Jalan Empang Nomor 36 Kota Tasik.

Tanpa memiliki pengalaman bersepeda, Sandi pun nekat membuka akun media sosial Instagram @orangbikemasengger menawarkan jasa antar barang dengan beban berat maksimal 3 kilogram.

Membutuhkan waktu dua pekan sejak diumumkan akunnya tersebut, dirinya kali pertama baru bisa mendapatkan pelanggan pertamanya untuk membelikan makanan baso.

Awalnya, dirinya tak berpikir panjang dan menilai mudah hanya mengantarkan baso ke pelanggan memakai sepeda saja.

Namun, tanpa diduga terdapat tantangan tersendiri saat dirinya mengantarkan makanan pakai sepeda tapi jenis makanan yang kondisinya harus seperti disajikan langsung di tempat penjualannya.

“Di sana saya berpikir, ini baso kan harus diantar pakai sepeda tapi kondisinya jangan sampai sudah dingin saat diterima oleh pelanggan,” terangnya.

Maka, beber dia, akhirnya packing dan melajukan kencang sepedanya supaya cepat sampai ke tujuan.

Sampai akhirnya tiba di rumah pelanggan, badannya keringatan dan sebelum masuk pakai handuk dulu agar bersih dan rapih saat bertemu pelanggan.

“Itu tantangan awal saya karena saya tak pernah bersepeda sebelumnya,” beber pria berperawakan tinggi dan kurus tersebut.

Setelah itu, tambah dia, pelanggan baru mulai bermunculan karena kurir sepeda dinilai cepat dan paling penting bebas polusi kendaraan.

Sebagian besar pelanggan memilih memakai jasa kurir sepeda untuk membeli makanan dan dokumen.

Sampai akhirnya pelanggan tiap harinya membludak membuat dirinya berhasil mempekerjakan bikers sebanyak 20 orang di Tasikmalaya dan 6 orang di Garut.

“Harganya kalau di wilayah Kota Tasik di-flat Rp10.000 ongkosnya. Kalau luar daerah beda lagi disesuaikan jaraknya,” tambahnya.

Sistemnya, jelas dia, sama pembelian pakai dana talang bikers dulu dan pelanggan tinggal membayar tambahan ongkosnya Rp10.000.

“Dalam sehari kami biasa mendapatkan order rata-rata sebanyak 70 pengiriman,” jelasnya.

Tukas dia, usahanya ini mampu bertahan di masa pandemi karena selama ini para pelanggannya menilai kurir sepeda lebih higienis dan bebas polusi.

Para kurir sepeda karyawannya pun kini diisi oleh orang yang menganggur tapi hobi bersepeda.

Ada pula para siswa SMA dan mahasiswa yang mengisi belajar daringnya dengan bekerja sebagai kurir sepeda.

“Kita para kurir bawa bag di belakang, dan membawa kirima paket pesanan pasti di packing semenarik mungkin dan terutama menjaga kebersihannya,” pungkasnya.

Setiap harinya kurir sepeda di Kota Tasik ini beroperasional mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB.

Pemesanannya pun masih mengandalkan sistem manual media sosial instagram dan whatsapp.

Meski demikian, peminta kurir sepeda di wilayah ini sangat diminati seperti halnya kemajuan masyarakat urban di kota-kota besar lainnya.

“Jadi pelanggan bisa orders lewat WA 082118414269 dan nantinya oleh saya sekarang sebagai operator akan disampaikan untuk dikerjakan ke para ridersnya,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.