Bintang Muda Timnas Indonesia Dipolisikan

20

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

LAMONGAN – Winger muda Timnas Indonesia, Saddil Ramdhani resmi ditahan Polres Lamongan. Saddil diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan.

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan penahanan pemain timnas U-19, U-23 dan senior itu berdasarkan adanya laporan penganiayaan terhadap ASR. “Iya, betul. Ditahan terkait kasus penganiayaan. Lama penahanan sampai berkas kasus dilimpahkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum),” ujarnya Jumat petang (2/11).

Saddil diduga melakukan penganiayaan terhadap ASR, yang dilakukan di belakang mes Persela Lamongan pada Rabu (31/10). Kemudian ASR langsung melaporkannya ke Mapolres Lamongan.

Korban resmi melaporkan dengan nomor laporan LP/261/IX/2018/JATIM/RESLAMONGAN. Dengan nama terlapor Saddil Ramdani (19), yang juga tercatat sebagai pemain Persela Lamongan.

Pihak kepolisian sudah menandatangani TKP, memverifikasi, memeriksa korban, memeriksa terlapor, dan memeriksa saksi. Dalam laporan pasal yang disangkakan untuk menjerat Saddil adalah pasal 351 jo pasal 352 KUHP.

Kronologis dugaan penganiayaan sendiri terjadi, ketika pelapor (ASR) berangkat dari Gresik menuju Mess Persela untuk menemui terlapor, Saddil Ramdani.

Setelah bertemu terlapor, kemudian pelapor meminta HP milik pelapor yang dibawa terlapor. Setelah dikembalikan kemudian terjadi cekcok antara pelapor dan terlapor.

Sementara itu, Saddil Ramdani mengaku siap menjalani proses hukum sebagai akibat dari ulahnya dua hari lalu. Saddil mengakui bahwa ia mencakar mantan kekasihnya ASR di belakang Mes Persela Lamongan, Rabu (31/10) malam.

Saddil telah menjalani pemeriksaan di Mapolres Lamongan, Jumat (2/11) siang. Seusai pemeriksaan, Saddil berbicara tentang kronologi cekcok dengan ASR sehingga ia dilaporkan ke polisi. “Mungkin kena cakar, jadi berdarah. Tidak sampai mukul. Sekali saja, cuma memang terlihat berdarah,” ungkap Saddil kepada awak media. “Saya minta maaf sebesar-besarnya. Semoga ini menjadi pelajaran bagi saya.” “Kemarin sih tidak ada apa-apa. Cuma kemarin itu saya dibikin ribut di asrama. Jadi saya kurang fokus, saya mungkin kecapekan atau apa. Jadi saya spontan juga. Mungkin kemarin saya ada perdamaian, tetapi kasus ini tidak sesuai apa yang saya (harapkan),” imbuhnya. (fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.