Bisa Jadi Tersangka

29
0
Loading...

JAKARTA – Satgas Anti-Mafia Bola menargetkan pekan depan seluruh berkas kasus yang ditangani akan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

Untuk itu, penyidik yang mengurus kasus tersebut akan melengkapi seluruh berkas agar tidak ditolak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan seluruh saksi yang dimintai keterangan telah diperiksa. Termasuk Sekjen PSSI Ratu Tisha. “Tisha jadi saksi dari empat kasus yang diperiksa di Polda Metro Jaya,” jelas Dedi, kemarin (31/3).

Dedi menuturkan pemeriksaan Tisha sudah dilakukan beberapa kali, terakhir Jumat (29/3). “Benar, dan hanya sebagai saksi saja. tujuannya menjelaskan kembali struktur organisasi PSSI yang sejauh ini banyak terlibat pengaturan skor,” paparnya.

Dedi mengaku tidak menutup kemungkinan jika memang nanti Tisha ataupun petinggi PSSI lainnya akan ditetapkan sebagai tersangka. “Sejauh ini, bukti untuk mengarah kepada hal tersebut masih belum ditemukan (penetapan tersangka baru, Red). Ya masih berfokus melengkapi berkas terlebih dahulu agar bisa cepat P21 (disidangkan),” terangnya.

Disinggung soal Joko Driyono, menurut Dedi sejauh ini, pemeriksaan sudah selesai. Hasil pemeriksaan nantinya dicocokkan dengan beberapa saksi lainnya. Termasuk Tisha.

Nah, dari sumber internal kepolisian, pemeriksaan Tisha itu tidak lepas dari pertemuan petinggi-petinggi PSSI beberapa waktu lalu dengan beberapa pimpinan Polri. Pertemuan yang dilakukan usai Plt Ketua Umum Joko Driyono ditahan oleh Satgas Anti-Mafia Bola pada 20 April lalu.

Sumber tersebut menambahkan dalam pertemuan itu, beberapa petinggi PSSI yang merupakan Anggota Exco PSSI mengaku jera dengan kasus pengaturan skor. Mereka mengatakan sudah pasrah apabila Satgas Anti-Mafia Bola mengungkap tuntas kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia. “Proses hukum yang dijalani itu membuat mereka jera. Membuat mereka tidak ingin melakukan pengaturan skor lagi,” ucapnya.

Terkait seberapa dalam fenomena pengaturan skor terjadi, sumber tersebut menuturkan sebenarnya pengaturan skor ini tidak dilakukan secara terstruktur. Melainkan, menjadi rahasia umum yang dilakukan sendiri-sendiri. “Mereka sama-sama tahu, siapa mainkan pertandingan ini. Si b mainkan pertandingan ini. Tapi, semua diam, karena sama-sama main,” urainya.

Di luar itu, Kasatgas Anti-Mafia Bola Brigjen Hendro Pandowo menuturkan langkah satgas akan sangat disayangkan bila berhenti hanya di penegakan hukum. Pengawasan terhadap jalannya sepak bola agar menjunjung tinggi fair play perlu dilakukan. “Karena itu penting membentuk semacam penegakan hukum terpadu untuk sepak bola bersama kepolisian,” ujarnya.

Dia mengatakan penegakan hukum terpadu bisa beranggotakan Komisi Disiplin PSSI, kepolisian hingga penegak hukum lainnya. Tujuannya, tentu bisa merespon lebih cepat bila terjadi kejanggalan dalam permainan. “Ini gagasan ya,” pungkasnya. (ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.