PKS: Siapa pun yang Dipilih Tetap Mendukung

Bisa Muncul Nama Baru

56
TALKSHOW. Ketua Fraksi PPP Asop Sopiudin (tiga dari kiri), Ketua Fraksi PDIP Demi Hamzah Rahadian dan Sekretaris DPD PKS Dedi Kurniawan talkshow Pos Ronda di Radar Tv, Jumat (15/2).DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya H Demi Hamzah Rahadian SH MH membuka peluang kepada nama baru selain yang diusung oleh PAN dan PKS untuk menjadi calon wakil bupati (cawabup) pada sisa periode ini.

“Tidak jelas dan tidak juga mengharuskan yang diusung itu dari kader partai pengusung. Maksudnya, artinya bisa jadi tetap dua nama yang akan diusung PAN dan PKS. Atau bisa jadi ada nama baru (di luar kader internal partai pengusung, Red), jadi di politik itu impossible is nothing, tidak ada yang tidak mungkin di politik,” ujarnya saat talkshow di Radar Tv, Jumat (15/2) malam.

Kata Demi, memang dalam aturan normatif bahwa yang mempunyai kewenangan dalam pengusulan nama adalah partai pengusung, PDIP, PAN dan PKS. Akan tetapi, dalam dunia politik itu semuanya bisa terjadi. Misalnya muncul nama di luar kader dari partai pengusung untuk jadi cawabup, tetapi melalui koalisi.

Maka dari itu, PDIP mempunyai keinginan untuk mengajak pertemuan PPP dan Golkar sebagai partai pendukung Uu-Ade pada Pilkada 2015. “Kami tidak akan menampikan kerja keras mereka. Bahwa PPP dan Golkar juga bagian dari perjuangan ini (pemenangan Uu-Ade, Red),” ungkapnya.

Seperti contoh, kata dia, PPP total dalam pemenangan Pilkada 2015 untuk bisa memenangkan kadernya Uu Ruzhanul Ulum di periode kedua. Termasuk peran Golkar pun sangat penting dalam memenangkan Uu-Ade.

“PPP sudah mengakui ketika mau diajak bicara oleh PDIP soal wakil bupati, PPP menyadari posisi politiknya sebagai pendukung. Intinya, PDIP beri lampu hijau atau lampu yang cerah dan terang benderang untuk semua potensi-potensi manusia yang ada di Kabupaten Tasikmalaya (dalam pemilihan wabup),” paparnya.

Lanjut dia, semuanya tetap dikembalikan kepada keputusan DPRD yang mempunyai kewenangan dalam pemilihannya. “Jadi walaupun pengusung pada ngotot untuk mengusulkan kader terbaiknya, tetap semuanya diserahkan kepada mekanisme di DPRD,” bebernya.

Sekretaris DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya Dedi Kurniawan ST MT mengapresiasi kepada PDIP yang akan mengajak PPP dan Golkar duduk bersama dalam pengisian jabatan wabup ini. “Wajar lah, karena PPP dan Golkar juga ikut andil dalam memenangkan Uu-Ade. Jadi kita tidak berbicara bertiga saja. PKS dan PAN sudah mengusulkan intinya. Artinya setelah selesai dipilih satu orang wakil mau dari PKS atau PAN masih satu koalisi masih tetap bekerja sama termasuk dengan pendukung,” ungkap Dedi.

Intinya, kata dia, PKS meminta ketika sudah ada dua cawabup yang diusung oleh partai pengusung, bupati bisa segera melakukan pengusulan dua nama ini ke DPRD untuk segera dilakukan pemilihan. “PKS akan mendukung siapa pun nama yang dipilih, karena semuanya adalah partai pengusung,” katanya.

Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asop Sopiudin SAg mengungkapkan pihaknya sebagai partai pendukung berharap saat diajak diundang PDIP, perannya bukan hanya diajak bicara saja, tapi akan ikut andil dalam memilih cawabupnya.

“Ya sudah keharusan diajak bicara. Karena kalau tidak diajak bicara pun, pada akhirnya kita tahu karena ujung-ujungnya ditentukan oleh DPRD dan PPP akan tetap menentukan pilihannya,” ungkapnya. (dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.