Bisnis Pariwisata Penangkal Depresiasi Rupiah

10

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai, sektor pariwisata dapat dijadikan alternatif sumber pendapatan negara di tengah depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berjamurnya destinasi wisata tanah air disebut dapat menjadi alternatif potensial untuk menambah devisa negara.

Peneliti Bidang Industri dan Perdagangan Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI Pangky Tri Febriansyah mengungkap, berdasarkan data World Travel & Tourism Council (WTTC) sektor pariwisata telah menyumbang 313 juta lapangan kerja dan 10,4 persen pemasukan pada Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.

Untuk itu, menurutnya, pengembangan sektor pariwisata dinilai mutlak dilakukan pemerintah demi menarik lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman).

“Jadi infrastruktur yang didorong, karena targetnya agar wisatawan itu bisa masuknya lebih cepat. Misalnya bandara, bagaimana bandara itu dibuat lebih nyaman, bukan hanya jalurnya tapi juga kendaraannya,” ujar Pangky di Kantor LIPI Rabu (17/10).

Menurut Pangky, infrastruktur pariwisata seharusnya mempertegas pentingnya peran pemerintah untuk mendesain strategi pengembangan secara komprehensif serta dapat terimplementasi dengan baik. Terlebih, kata dia, jika dihubungkan dengan wacana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEKP).

“Pertanyaannya, apakah infrastruktur pariwisata saat ini sudah cukup tersedia dan layak,” tegasnya.

Pangky menjelaskan, desain pembangunan pariwisata yang berdaya saing secara komprehensif harus mencakup pilar infrastruktur fisik, sumber daya manusia, keuangan dan pembiayaan, serta tata kelola.

Menurutnya, hal ini sudah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Lombok serta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Alhasil, wisman selalu mengunjungi ketiga daerah tersebut. Padahal, kata dia, masih banyak destinasi wisata lain di Indonesia yang tak kalah indahnya dibanding Bali, Lombok dan DIY.

“Pengembangan sarana dan pra sarananya, seperti transportasinya dan di tempat destinasi itu sendiri. Contoh seperti di Yogyakarta, bagaimana masyarakat sekitar diberi pemahaman bahwa wisatawan adalah tamu. Saya kira Bali karena sudah sejak dulu sudah memasukkan semua unsur di situ. Bukan hanya peran Pemerintah Provinsi dan perusahaan, tapi ada peran masyarakatnya juga,” imbuhnya. Pangky berharap, pengembangan infrastruktur pariwisata tak hanya menjadi sumber pendapatan alternatif negara. Namun, juga bisa dijadikan identitas bangsa di tingkat global. (riz/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.