BMT Idrisiyyah Tasikmalaya, Gerakan Ekonomi Umat, Berikan Modal & Pendampingan

175
0
PEDULI. Ketua Koperasi Pesantren Idrisiyyah Ahmad Tazakka Bonanza (AKA) saat memberikan sertifikat kemitraan kepada anggota BMT Idrisiyyah.

Baitul Ma’al Wa Tamlil (BMT) Idrisiyyah merupakan unit dari Kopontren Idrisiyyah. Fungsinya, sebagai intermediasi antara pemilik dana dan yang membutuhkan dana dengan prinsip syariah atau dengan istilah simpan pinjam pembiayaan syariah.

“BMT ini berdiri pada tahun 2012 salah satu unit usaha koperasi yang terus dikembangkan oleh pesantren,” kata General Manager BMT Idrisiyyah Ustaz Ega Abdul Ghofur SPdI SAk MM kepada radartasik.id, Senin (3/8/2020).

Baca juga : Agnia Care Idrisiyyah Bedah Rumah Dhuafa Warga Jatihurip Cisayong Tasik

Adapun Kopontren Idrisiyyah berdiri sejak tahun 1983. Sedangkan keuangan syariah atau BMT didirikan 2012 atau sejak dipimpin oleh Ahmad Tazakka Bonanza (AKA).

“Alhamdulillah unit ini terus meningkat sampai hari ini,” ungkap dia.

Ustaz Ega menjelaskan, sejauh ini BMT Idrisiyyah sudah memiliki anggota lebih dari 20.220 sampai bulan ini. Mereka, 80 persennya tersebar di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Walau memang secara potensi jamaah ada di 60 cabang di seluruh Indonesia seperti, Lampung, Kalimantan, Papua dan lainnya itu belum masuk seluruhnya menjadi anggota BMT. Jadi potensinya masih terus bertambah,” jelasnya.

BMT Idrisiyyah tersebut bergerak dalam simpan pinjam dan pembiayaan syariah atau unit keuangan di pesantren.

“Kita bergerak dalam bidang program besar yakni warung UKM, agribisnis dan sanitasi,” kata dia.

Untuk warung UKM, kata dia, pembiayaan modal untuk warung-warung kecil dengan modal Rp 1 juta sampai Rp 10 juta. “Itu untuk pembiayaan modal barang dan lainnya. Tidak hanya itu kami juga memberikan fasilitas untuk suplai akses barang dan pemasarannya,” kata dia.

BMT Idrisiyyah juga sudah bekerja sama dengan asosiasi Pamsimas (membangun prasarana dan sarana air minum dan sanitasi di desa/kelurahan yang dikelola oleh masyarakat).

Dalam program itu ada 130 lebih kepala keluarga sudah mendapatkan sosialisasi dan beberapa diantaranya, 13 Pamsimas sudah bekerja sama dengan BMT. “Termasuk ada beberapa yang sudah melakukan pembiayaan yang ke betapa kalinya,” kata dia.

Selanjutnya, untuk pembiayaan sanitasi air atau air bersih, pihaknya bekerja sama dengan Pamsimas.

“Pamsimas ini kan kadang-kadang ada hibah. Terkadang sudah ada sumber air yang sudah dibuat infrastrukturnya. Misalnya sumber air itu hanya bisa 13 kepala keluarga, tetapi sumber airnya masih bisa dioptimalkan kita bantu agar bisa lebih banyak penerima manfaatnya. Untuk sanitasi juga kita bekerja sama dengan NGO (Non Governmnet Organization, Red) Amerika,” ujar dia.

Untuk program besar BMT Idrisiyyah berikutnya yaitu agribisnis, seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Mereka juga sudah menyiapkan pasar dari produk agribisnis itu.

Termasuk mendistribusikannya ke minimarket Superindo. “Beberapa produk sudah mereka minta, seperti sayuran, termasuk kita sudah mengetahui kualitas sayuran itu,” kata dia.

Dari segi harga pun, kata dia, produk agribisnis yang dikelola BMT Idrisiyyah sudah ada kepastian, sehingga para petani itu tidak akan rugi bila menjualnya. Tidak seperti saat ini banyak petani yang rugi karena harga jual lebih murah.

“Harga tidak anjlok dan petani tidak rugi,” kata dia menjelaskan.

Untuk perikanan, saat ini pihaknya terus mengembangkan perikanan air tawar dan payau untuk ikan air tawar seperti nila merah. Saat ini sudah banyak petani yang mengembangkannya.

“Pada saat mau tanam diberikan modal saat panen juga kita beli. Intinya tidak hanya memberikan modal tetapi berikan pendampingan, karena pada prinsipnya BMT Idrisiyyah berikan permodalan betul-betul tuntas,” ujar dia.

Menurut dia, bedanya pembiayaan konvensional dan BMT Idrisiyyah yaitu BMT Idrisiyyah tidak hanya memberikan modal saja, tetapi juga membina petani hingga pemasarannya. Termasuk memberikan pelatihan kepada para anggota yang mendapatkan modal dari BMT.

“Kami juga sediakan pemasarannya, karena masyarakat yang baru merintis usaha akan sangat kesulitan pemasaran bila hanya diberikan modal saja, itu kita fasilitasi,” kata dia.

BMT Idrisiyyah juga menyediakan tabungan sekolah atau Tabungan Tarbiyah Lembaga. Itu hasil kerja sama BMT Idrisiyyah dengan lembaga pendidikan.

“Itu salah satu program prioritas BMT Idrisiyyah,” ujarnya. “Ini untuk tabungan lembaga-lembaga pendidikan, keagamaan, karena bila disimpan di bendahara akan lebih ribet,” terangnya.

Bila tabungan sekolah disimpan di BMT, maka, kata dia, akan memiliki banyak keuntungan. “Tidak ada potongan. Bahkan ada bagi hasil dari tabungan itu,” jelasnya.

Untuk bagi hasilnya sendiri, kata Ega, turunannya ada kegiatan sosial seperti pemberian santunan untuk 5.000 anak yatim dan itu dikumpulkan dari berbagai lembaga.

“Itu dikumpulkan dari lembaga-lembaga seperti diniah, SD SMP, SMA dan lainnya. Termasuk setiap lembaga yang menabung diberikan hadiah buat siswa yang berprestasi termasuk renovasi ringan,” kata dia.

Lembaga yang sudah menabung di BMT, kata dia, hampir 1000 lembaga. Mulai SD, SMP, SMK, TPA Diniah. “Terget kita masih banyak diniah yang bekerja sama,” kata dia.

Baca juga : Agnia Care Ponpes Idrisiyyah Peduli Pendidikan, Pembangunan Sosial

Pada tahun 2021, pihaknya menargetkan memiliki 5000 UKM yang menjadi binaan BMT Idrisiyyah, termasuk 100 kelompok pertanian dan perikanan.

“UKM itu terdiri dari warung kecil, warung grosir termasuk jualan barang. Bahkan ada yang sudah besar dan sudah membawahi UKM binaan. Warung UKM yang sudah menjadi koordinator sekitar 20 warung,” jelas dia.(ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.