Beranda Bnn BNN Ciamis Rangkul Batalyon Infanteri Raider 323/BP Kostrad Berantas Narkoba

BNN Ciamis Rangkul Batalyon Infanteri Raider 323/BP Kostrad Berantas Narkoba

170
BERBAGI
Anggota Batalyon Infanteri Raider 323/BP Kostrad foto bersama BNN Kabupaten Ciamis, Kamis (12/4/2018). foto; istimewa

BANJAR – Batalyon Infanteri Raider 323/BP Kostrad, menerima sosialisasi serta penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan tes urine dari BNN Kabupaten Ciamis bertempat di Aula Dewata Cengkar Yonif Raider 323/BP Kostrad, Kota Banjar, Kamis (12/4/2018).

Acara ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada prajurit Yonif R 323/BP Kostrad tentang dampak negatif Narkoba, sehingga diharapkan para prajurit mendapatkan gambaran dalam upaya mencegah diri dan keluarga dari pengaruh bahaya Narkoba.

Para anggota Batalyon Infanteri Raider 323/BP Kostrad tampak antri untuk tes urin, Kamis (12/4/2018).

Menurut Pasi Intel Letnan Satu Teguh Anggoro, S.IP., M.Sc., kegiatan rutin ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

Pada kegiatan tersebut dilakukan pengambilan urine untuk di tes dari peserta yang hadir secara acak. Tujuannya untuk memberikan efek warning atau peringatan supaya para personel tidak menyalahgunakan Narkoba, ujar Teguh.

Harapannya di lingkungan TNI AD khususnya Batalyon 323 BP dengan adanya penyuluhan ini tidak ada penyalahgunaan Narkoba serta untuk meciptakan lingkungan yang terbebas dari Narkoba.

“Bila ada anggota yg terindikasi menyalahgunakan narkoba, akan ada sanksi hukum sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Teguh.

Para anggota Batalyon Infanteri Raider 323/BP Kostrad meyimak sosialisasi dari BNN Kabupaten Ciamis, Kamis (12/4/2018).

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Ciamis, Deny Setiawan S. Sos. M.M., dalam sambutannya menegaskan, peredaran Narkoba di Indonesia dewasa ini sudah sangat membahayakan dan sudah banyak menelan korban yang tidak sedikit jumlahnya. “Jenisnya pun kini makin bertambah dan bermacam – macam,” ujarnya.

Sementara menurut Rachman Haerudin, S.Sos., dalam sosialisasinya dengan judul “Peran Aktif Raider 323/BP dalam memerangi Narkoba”, bahwa kondisi sekarang Indonesia dalam kondisi darurat narkoba karena Indonesia menjadi sasaran peredaran narkoba.

“Indonesia merupakan pangsa pasar terbesar di dunia, semua kalangan sudah terkena Narkoba. Tidak ada satu tempat pun yang aman dari Narkoba, hampir semua tempat sudah terkena Narkoba,” tandasnya.

Narkoba merupakan penyakit yang kronis serta bisa terjangkit kembali, karena ada efek kecanduan akan barang haram tersebut.

“Penggunaan narkoba, disebabkan karena adanya keinginan untuk mencoba, gaya hidup (lifestyle) serta adanya tekanan hidup yang mengakibatkan penggunanya mengalami gangguan kesehatan dan kejiwaan,” ujar Rachman.

Lebih jauh Rachman menjelaskan deteksi dini terhadap ciri-ciri pengguna Narkoba dapat dilihat dari adanya perubahan tingkah laku, lingkungan pergaulannnya, kebiasaan dan gaya hidup yang tak lazim serta adanya penurunan/gangguan kesehatan secara fisik dan mental.

Berbagai upaya mencegah beredarnya narkoba di Indonesia telah dilakukan, diantaranya; melaksanakan pemberantasan jalur suplai dan rehabilitasi bagi pengguna dan korban penyalahgunan Narkoba.

Namun semua upaya tersebut tak cukup hanya dilakukan BNN. “Jadi dibutuhkan kerja sama seluruh komponen dan instansi, seperti TNI untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya. (rls)

 

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.