BNN Ciamis Tidak Mau Terkecoh

63
0
KONFERENSI PERS. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis mengekspose penanganan narkoba di halaman BNN Ciamis, Selasa (8/12). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Badan Narkotika Nasional (BNN) Ciamis tetap siaga dan waspada terhadap aksi-aksi penyalahgunaan narkoba. Apalagi, di masa pandemi seperti saat itu, tidak menyurutkan bagi para pengedar narkoba untuk memasarkan barang terlarang tersebut.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis Engkos Kosidin S.Sos MSi menyampaikan meski saat ini dalam kondisi pandemi corona, tetap para pengedar narkoba dengan berbagai cara dan upaya melakukan pengedaran narkoba. Mereka tetap masif mengedarkan barang-barang terlarang itu.

“Makanya kami, BNN Ciamis tidak mau terkecoh dengan upaya mereka tersebut,” ujarnya saat ekspose dengan tema Sinergi dalam Menanggulangi Masalah Narkoba, Selasa (8/12) pagi di halaman BNN Ciamis.

“Makanya kita terus meningkatkan kewaspadaan peredaran narkoba tersebut,” ujarnya.

Dalam satu tahun ini, BNN Ciamis telah menangani dua kasus. Kasus pertama, terungkap dan terselesaikan hingga P21 dengan realisasi output dua berkas perkara Kasus Tindak Pidana Narkotika yang Terungkap dan Terselesaikan hingga P21 atau output 100 persen.

loading...

Baca juga : Banyak Sarang Tawon Liar, Warga Lapor Damkar Ciamis

Kasusnya, pengungkapan peredaran gelap narkotika jaringan YR alias PPY warga Kabupaten Ciamis. Dia diamankan dan ditangani Seksi Pemberantasan dengan barang bukti berupa narkotika golongan I jenis ganja kering dengan berat 12,87 gram.
YR, kata dia, merupakan bagian dari jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu dan ganja di wilayah Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya dengan sumber ganja dari Jakarta.

“Kita sampaikan bahwa YR alias PPY telah divonis sembilan tahun hukuman penjara,” ujar Engkos.

Adapun kasus kedua yaitu jaringan YP alias WG, warga Bandung. Kasus tersebut merupakan hasil pengungkapan dan dilakukan atas kerja sama dengan pihak Lapas Kelas II B Ciamis.

Yang bersangkutan, kata Engkos, sebagai jaringan peredaran gelap narkotika jenis cannabis sintesis atau tembakau Gorilla antar lapas. Yang bersangkutan sebagai peracik dan pengedar tembakau Gorilla.

“Barang bukti ditemukan dari dalam sel atau kamar YP alias WG berupa tembakau Gorilla dengan berat 64,3308 gram. Itu yang kami usut serta menangani 17 orang ketergantungan narkoba atau candu dan semuanya dilakukan rehabilitasi atau rawat jalan,” kata dia memaparkan.

Sampai saat ini, kata Engkos, pihaknya belum mempunyai tempat karantina khusus untuk para pecandu. BNN Ciamis sampai saat ini masih bekerja sama dengan pihak rehab lain.
“Namun tentunya ke depan kita akan lakukan upaya agar bisa ada tempat rebah yang disediakan BNN Ciamis,” ujarnya menjelaskan. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.