BNN Garut Bentuk Relawan Antinarkoba di Tiap Desa

53
1

GARUT KOTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut terus melakukan upaya dalam menekan peredaran dan penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di wilayah perkotaan Garut.

Salah satu langkahnya yakni membentuk para relawan di setiap desa yang tugasnya memantau mantan pecandu narkoba yang sudah menjalani rehabilitasi.

Baca juga : Pemkab Garut Antisipasi Kluster Covid-19 di Pesantren

“Kita bentuk 10 relawan di setiap desa. Saat ini baru terbentuk di tiga desa yang ada di dua kecamatan,” ujar Kepala BNN Kabupaten Garut AKBP Irzan Haryono kepada wartawan, Jumat (9/10).

Menurut Irzan, pembentukan relawan ini nantinya akan terus dilakukan di semua desa yang ada di Kabupaten Garut. Dengan begitu, seluruh aktivitas mantan pecandu narkoba yang sudah menjalani rehabilitasi bisa terpantau.

Para relawan ini harus terus memantau aktivitas para mantan pecandu narkoba ini, jangan sampai kemudian bersentuhan lagi dengan narkotika.

Loading...

“Jadi kalau ada yang mencurigakan (menggunakan narkoba kembali, Red), akan melapor ke kita dan kita akan langsung ingatkan,” sebutnya.

Irzan menerangkan, selain memantau, para relawan ini harus mengajak mantan pecandu ini aktif berkegiatan di tengah masyarakat setelah selesai menjalani rehabilitasi. Hal itu karena selama ini pecandu kerap dicap dengan stigma negatif oleh masyarakat padahal menurutnya mereka adalah korban.

Selain itu, kata dia, para relawan juga harus menumbuhkan kepedulian masyarakat agar meningkatkan sistem imun kepada mantan pengguna narkoba. Menurutnya, bisa saja munculnya pecandu karena kurang pedulinya masyarakat lingkungan sekitarnya.

“Para relawan dan masyarakat juga diberi kewenangan untuk mengamankan para pemakai dan penjual narkoba ketika ditemukan di wilayahnya masing-masing. Namun ada aturan-aturannya, jangan malah kemudian diberikan sanksi di luar hukum,” jelasnya.

Baca juga : Di Garut Gunakan Kentongan Sebagai Peringatan Dini Tsunami

Irzan menambahkan, saat ini jumlah warga yang menjalani rehab setiap tahunnya mengalami kenaikan sekitar 30 persen. Di tahun ini, jumlah warga yang direhabilitasi mayoritas merupakan kelas pekerja dengan jenis narkotika yang paling banyak digunakan adalah sabu-sabu.

Rentang usia mereka yang di tahun ini menjalani rehab mulai dari 19 sampai 30 tahun. “Dengan adanya relawan ini, harapan kita ada kepedulian lebih dan berani memerangi peredaran narkoba,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. ini akan lebih baik jika dibuktikan dengan anggaran yang seharusnya sampai BNN ke tingkat desa/ Kelurahan menurut saya buktikan pecegahan bahaya NARKOBA itu tidak banyak teori/penyuluhan coba kegiatanya insfiratip, memberikan solusi dan bisa mengejar inovasi, terkait masalah itu ijinkan saya menyapa BNK Kota Tasikmalaya, Assalamu’alaikun Wr Wb,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.