BNN Gerebek Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik, 9 Tersangka Merupakan Jaringan Narkoba Jawa-Kalimantan

2939
0
Petugas BNN tampak siaga mengamankan lokasi penggerebekan, tadi pagi. reza rizaldi.

KOTA TASIK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat mengungkap kasus pabrik pil psikotropika jenis PCC di sebuah rumah yang disulap jadi pabrik sumpit di Jalan Raya Syeh Abdul Muhyi, RT 4, RW 8, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu Kota Tasik, Selasa (26/11) malam.

Info radartasikmalaya.com peroleh di lokasi, Rabu Pagi (27/11), pihak BNN Pusat dibantu Polres Tasikmalaya Kota dan TNI mulai melakukan persiapan untuk gelar perkara.

Tampak, ratusan butir pil PCC yang diproduksi di rumah itu telah siap edar dan dikemas rapi dalam kotak kardus.

Infonya, 9 tersangka diamankan dalam kasus clandestine laboratorium narkotika golongan I jenis carisoprodol jaringan Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga : BNN Gerebek Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik, Diduga Jadi Pabrik Narkoba
Baca Juga : Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik Digerebek BNN, Ini Narkoba yang Diproduksinya..

Sebanyak 4 mobil di dalam pabrik sumpit ini turut diamankan yang diduga jadi kendaraan distribusi obat terlarang tersebut. Mobil itu adalah Delica hitam plat B 1466 FOU, Avanza hitam plat F 55 BM, Luxio putih plat R 9385 LD dan Grandmax oranye plat B 9180 VCB.

Hingga pukul 09.45 WIB, tim BNN Pusat dibantun aparat gabungan masih melakukan persiapan gelar perkara tersebut sambil menunggu kedatangan Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi.

Sedangkan di lokasi, lalu lintas kendaraan terpantau lancar. Walaupun demikian, hal ini menjadi tontonan warga dan para pengendara motor dan pengemudi mobil yang melintasi lokasi. Pasalnya, lokasi pabrik tepat berada di jalan raya.

Lurah Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Maman Suparman mengakui, pabrik tersebut ilegal karena tidak ada laporan apalagi izin lingkungan.

“Kami sudah mewanti-wanti kepada RT dan RW bila ada orang pindahan harus jelas administrasinya mulai KTP, KK, surat pindahan dan lainnya, semuanya harus jelas,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

Diakui, Maman, selama dua tahun ini keberadaan pabrik sumpit tersebut tidak ada laporan kepada pihaknya. “Bahkan saya tanya RT dan RW juga tidak mengetahuinya. Jelas ini harus dijadikan pelajaran bagi para pengurus setempat termasuk para tokoh,” singkatnya.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.