BNN Kota Tasik Buru Pengantar Sabu ke Lapas

55
0
TELUSURI. BNN Kota Tasikmalaya terus mendalami kasus masuknya narkoba jenis sabu-sabu ke Lapas Klas II B Tasikmalaya Minggu (15/11). Rangga Jatnika/ Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK- Gagalnya penyeludupan narkoba ke dalam Lapas Klas II B Tasikmalaya diharapkan tidak berhenti pada narapidana. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya tengah mengincar orang yang memberikan sabu-sabu tersebut.

Kepala BNN Kota Tasikmalaya, H Tuteng Budiman mengaku masih belum bisa banyak bicara terkait napi yang menerima penyelundupan sabu-sabu di Lapas Jumat kemarin (13/11).

Karena pihaknya masih perlu mendalami beberapa petunjuk untuk pengembangan.

“Nanti setelah selesai kita akan beberkan semuanya,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Minggu (15/11).
Sejauh ini, narapidana yang diduga akan mengambil sabu tersebut masih belum terbuka. Pihaknya pun perlu melakukan berbagai pendekatan guna mendapat petunjuk.

“Kita juga masih terus melakukan pemeriksaan kepada napi bersangkutan,” ujarnya.

Baca juga : Semakin Unggul di Pendidikan Kesehatan, BTH Tasik Resmikan Rektorat & Resto

Siapa pun narapidana yang memesan atau menerima sabu-sabu tersebut, kata dia, sudah jelas ada di dalam Lapas. Pihaknya akan fokus pada orang dari luar yang membawa dan menyimpan sabu tersebut di depan Lapas.

Loading...

“Kalau yang di dalam Lapas tidak akan kemana-mana, kita akan cari orang luar yang mengantarkan sabu-sabu tersebut,” tuturnya.

Pihaknya berterima kasih kepada pihak Lapas yang dengan cepat melaporkan kejadian tersebut. Sehingga bisa langsung melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus.

“Karena kita dapat laporan langsung beberapa saat setelah sabu itu ditemukan,” tuturnya.

Di samping itu, pihak Lapas juga diminta senantiasa mengawasi warga binaannya. Terlebih lagi ketika menerima titipan untuk warga binaan. “Kita harap tidak sampai ada narkoba masuk ke Lapas,” katanya.

Ketua Mantan Narapidana Tasikmalaya (Manasix), Asep Ugar mengatakan Lapas memang masih rawan disusupi narkoba. Khususnya, melalui barang-barang titipan dari keluarga warga binaan. “Jadi petugas harus jeli ketika memeriksa barang titipan untuk warga binaan,” katanya.

Pihaknya pun berharap warga binaan khususnya yang tersandung kasus narkoba bisa sadar. Kesempatan untuk menjadi warga negara yang baik tetap terbuka bagi siapa saja yang punya keinginan kuat.

“Jangan berpikir sudah tanggung masuk bui, justru di Lapas itu harus jadi momen untuk memperbaiki diri,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Lapas Klas II B Tasikmalaya menggagalkan penyelundupan sabu-sabu kepada salah seorang warga binaan, Jumat (13/11). Barang terlarang itu diselundupkan melalui charger Handphone (HP).

Dari informasi yang dihimpun Radar, petugas Lapas mengamankan sabu-sabu dari salah seorang narapidana. Temuan itu, langsung dilaporkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya untuk ditindaklanjuti.

Kepala Lapas Klas II B Tasikmalaya, Sulardi mengatakan hal itu merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam memerangi narkoba untuk tidak masuk Lapas.

Pihaknya melakukan pengawasan yang cukup ketat terhadap gerak-gerik warga binaan.

“Kita kan sudah deklarasi untuk memerangi peredaran narkoba,” ungkapna memaparkan.

Dijelaskan Sulardi, hal itu bermula ketika salah seorang tahanan pendamping (tamping) membuang sampah ke halaman Lapas. Waktu saat itu, masih pagi dan dia dikawal oleh petugas. “Kejadiannya (penemuan sabu, Red) sekitar pukul 06.00,” ujarnya.

Saat itu, petugas melihat ada keanehan dengan gerak-gerik tamping tersebut. Dia terlihat mencari sesuatu ketika hendak membuang sampah. “Jadi ada gelagat yang mencurigakan,” katanya.

Menindaklanjuti kecurigaan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan kepada tamping dan juga area halaman Lapas. Ditemukan sebuah bungkusan berisi sabu-sabu seberat 2 gram yang disembunyikan di adaptor charger HP. “Setelah dibuka, ternyata ada 6 paket sabu-sabu,” terangnya.

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke BNN Kota Tasikmalaya supaya ditindaklanjuti. Pihak Lapas pun mengumpulkan tamping untuk diperiksa, agar memastikan ada tidaknya keterlibatan warga binaan lainnya. “Kita sudah koordinasikan ke BNN,” tuturnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.