Minta PSSI Revisi Sanksi bagi Maung Bandung

BOBOTOH TASIK MELAWAN

14
AKSI DAMAI. Aliansi Bobotoh Tasikmalaya (Abot) berunjuk rasa menuntut agar sanksi terhadap Persib Bandung bisa direvisi di Jalan Otto Iskandar Dinata Kota Tasikmalaya Minggu (7/10).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Sanksi yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap Persib Bandung dinilai tak adil. Untuk itu, para suporter yang tergabung dalam Aliansi Bobotoh Tasikmalaya (Abot) turun ke jalan, Minggu (7/10).

Hal ini seiring disanksinya manajemen, pemain dan suporter Persib Bandung. Pasca meninggalnya seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) beberapa waktu lalu.

Sebagai wujud kepedulian dan melawan aksi ketidakadilan, Bobotoh Tasikmalaya menyampaikan aspirasi dan tuntutannya sekitar pukul 09.30 di GOR Sukapura, Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Dengan menggunakan atribut Persib Bandung dari mulai jersey, kaos, bendera dan spanduk. Aksi turun ke jalan ini, diawali dengan lagu dan yel-yel penyemangat yang biasa disuarakan di stadion. Sehingga membuat suasana di area GOR Sukapura menjadi menggema.

Setelah aksi massa berkumpul, dilanjutkan longmarch sampai ke Jalan Otto Iskandar Dinata sambil menyuarakan yel-yel. Tepatnya di dekat Alun-Alun Kota Tasikmalaya. Para perwakilan Bobotoh Tasikmalaya langsung berorasi menyampaikan sikap terhadap PSSI.

Penasehat Aliansi Bobotoh Tasikmalaya (Abot), Dede Ruhimat alias Dede Persib menerangkan aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan bobotoh terhadap sanksi yang diberikan PSSI kepada Persib. “Kenapa hanya Persib yang dihukum, sedangkan kasus-kasus sebelumnya (kematian suporter, Red) tidak sampai seperti sekarang sanksinya. Ini jelas tidak adil, ” ujarnya.

Sebab sebelum kejadian di GBLA, kata dia, pernah terjadi pengeroyokan yang membuat bobotoh meninggal dunia di Jakarta tahun 2012. “Sanksi ini terkesan ingin menghalangi laju Persib yang tengah memimpin klasemen,” paparnya.

Lewat aksi ini, dia berharap banding yang diupayakan oleh official Persib bisa dikabulkan dan direvisi secara adil. Jika tidak dikabulkan atau revisi tak sesuai harapan, maka seluruh bobotoh akan melakukan unjuk rasa ke PSSI. ”Aksi perlawanan tidak cukup dengan tagar atau menulis status di medsos, tapi harus dengan aksi nyata seperti turun ke jalan,” tuturnya.

Selain itu, para bobotoh meminta pemerintah melakukan restrukturisasi terhadap tubuh PSSI. Federasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu harus diisi orang-orang yang punya konsistensi memajukan sepak bola Indonesia.

“Secara aturan tidak boleh merangkap jabatan, ketua PSSI (Edy Rahmayadi,Red) itu kan sekarang sudah jadi gubernur. Jadi tidak boleh merangkap ketua umum PSSI,” terangnya.

Usai melakukan orasi, longmarch dilanjutkan ke wilayah HZ Mustofa dan kembali ke Dadaha. Aksi Bobotoh tersebut juga diwarnai oleh kepulan asap dari flare yang membuat para bobotoh lebih semangat.(rga)

loading...