Bocah Meninggal Akibat DBD, Dinkes Kota Banjar Langsung Gerak

26
0
Loading...

BANJAR – Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas Pataruman I melakukan fogging di RW 13 Lingkungan Cikabuyutan Timur (Ciktim) Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman, Selasa (19/1). Fogging dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran wabah DBD lebih meluas di lingkungan tersebut.

“Kita lakukan penyemprotan fogging untuk mematikan nyamuk dewasanya. Sementara jentiknya, dibasmi dengan cara PSN (pemberantasan sarang nyamuk),” kata Kepala Puskesmas Pataruman I dr Ika Rika kepada wartawan.

Dikatakan dia, kasus DBD awal tahun ini baru yang pertama terjadi. Namun telah merenggut korban jiwa. Maka, pemerintah pun bergerak cepat merespon kejadian tersebut. “Kita lakukan fogging di titik yang terdapat jentik nyamuk dan ajak warga terus lakukan PSN,” jelasnya.

Lurah Hegarsari Krisdianto menambahkan jumlah warga di satu RT sebanyak 309 jiwa atau 111 KK. Di lingkungan tersebut padat penduduk, sehingga perlu dilakukan pemetaan dalam meminimalisir meluasnya wabah DBD. “Kita akan terus edukasi dan mengingatkan masyarakat supaya melakukan PSN, karena itu sangat penting,” kata dia.

Baca juga : DBD Renggut Jiwa Bocah Cikabuyutan Kota Banjar

loading...

Staf pada bidang P2P Dinkes Kota Banjar Achep Iwan mengatakan awal tahun ini baru satu kasus DBD terjadi. “Tahun 2021 baru ini (Lingkungan Ciktim, Red) saja yang masuk. Tahun 2020 paling banyak ada 151 kasus DBD, sedangkan tahun 2019 hanya ada 58 kasus,” tuturnya.

Warga sekitar Asep mengaku di lingkungan tersebut perdana kasus DBD. “Terakhir ada kasus DBD setahun sebelumnya di RW sini mah,” ujarnya.

Sebelumnya, bocah berusia tujuh tahun asal Lingkungan Cikabuyutan Timur (Ciktim) RT 05 RW 13 Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD), Senin (18/1) dini hari sekitar pukul 05.00. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.