Bocah Warga Ciamis yang Meninggal Bukan Keracunan Permen

7428
1
Jajat Setia Permana Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kota Tasikmalaya

CIAMIS – Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kota Tasikmalaya Jajat Setia Permana menjelaskan hasil uji laboratorium dari permen yang sebelumnya diduga menjadi penyebab seorang anak meninggal dunia akibat keracunan.

Hasilnya, produk tersebut memenuhi persyaratan parameter yang diujikan dan tidak ditemukan kandungan yang diduga sebagai sumber keracunan.

Baca juga : Ponpes Nurussalam Ciamis Gelar Pengobatan Gratis & Bagikan Sembako

“Namun sejauh ini sumber pangan penyebab keracunannya belum bisa diketahui secara pasti,” papar Jajat saat dihubungi Radar, Kamis siang (24/9).

Namun jika melihat dari waktu timbulnya gejala dugaan keracunan, kata dia, biasanya disebabkan oleh mikroorganisme patogen dan mikroorganisme ini timbul karena kurang higiene-nya sanitasi.

Bisa juga dari proses masak dan penyimpanan yang tidak sesuai sehingga tumbuh mikroorganisme tersebut. “Nah salah satunya bisa penyebabnya dari sana, “ paparnya.

Loading...

Maka, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti memilih dan mengkonsumsi pangan untuk dapat melindungi dari bahaya pangan yang tercemar.

Caranya? Mengecek kemasan produk dan memastikan makanan itu masih baik, utuh, tidak bocor dan bersih, karena kemasan yang rusak akan menyebabkan mikroorganisme masuk dan mencemari pangan tersebut.

Kemudian mengecek label. Dalam label ada informasi komposisi, cara penyimpanan, cara konsumsi, tangal produksi kedaluarsa, izin edar dan produsennya.

“Sebagai konsumen harus mengikuti informasi yang ada di label terkait cara konsumsi (tidak berlebihan), cara penyimpanan (sehingga produk tetap terjaga mutunya),” sarannya.

Baca juga : Tak Ada Drainase, Pasar Banjarsari Ciamis Tergenang Air

Kemudian cek izin edar. Konsumsi produk yang memiliki izin edar karena izin edar tersebut merupakan legalitas yang mencerminkan jaminan atas mutu dan ke­amanan produk dan cek juga kedaluarsa, agar konsumsi produk yang belum kedaluarsa.

“Beberapa hal tersebut harus benar diper­hati­kan oleh masya­rakat,” tuntasnya. (isr)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.