Bode Kembali Pimpin Dewan Kesenian Kota Tasik

27
0
KEMBALI DIPERCAYA. Bode Riswandi terpilih kembali menakhodai DKKT periode 2020-2025, usai meraih suara tertinggi pada Musda yang dihelat di Hotel City Sabtu (4/10). Diskominfo Kota Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Bode Riswandi resmi menjabat kembali Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) periode 2020-2025 mendatang. Setelah kemenangan dramatis dengan raihan suara di Musyawarah Daerah (Musda) I sebanyak 40 dukungan.

Ketua Steering Committee (SC) Musda I DKKT, Kepler Sianturi menceritakan Bode mengungguli kandidat penantang lainnya seperti Widiyanto (Jabo) dengan raihan 25 suara, dan (Aang) Falhan Basya dengan 3 suara.

Baca juga : 4 Siswa MAN 4 Tasikmalaya Ikuti Lomba Karya Ilmiyah Tingkat Nasional

Sementara, Kandidat Nomor 1 Yaman Suryaman tidak meraih suara, dan Atik S Kadarman mundur dari pencalonan. Pada Musda I yang dihelat di Hotel City, Sabtu (3/10).

“Kita bersyukur pelaksanaan berjalan khidmat, lancar dan gembira. Semua kandidat tetap kompak saling respect serta memahami, Musda hanyalah sebatas proses dalam laju roda organisasi,” ujarnya kepada Radar, Minggu (4/10).

Menurutnya, paradigma DKKT yang selama ini terbangun kurang pas di sejumlah elemen seniman, terjawab jelas dalam tahapan sidang demi sidang Musda. Di mana sejumlah seniman kawakan yang tidak tergabung dalam organisasi tersebut, turut hadir dan mengapresiasi jalannya pemilihan calon ketua baru.

“Alhamdulillah transparansi anggaran pun dibuka seterbuka mungkin di sidang LPJ. Semua beri apresiasi atas pengelolaan yang dilaksanakan periode pertama,” ungkap pimpinan Simphony Music School tersebut.

Agenda selanjutnya, kata Kepler, tim formatur tinggal menyusun struktur kepengurusan baru dengan deadline selama satu bulan. Sejumlah rekomendasi hasil Musda pun bakal menjadi bahan godokan pengurus baru, untuk dilaksanakan melalui program kerja.

“Harapan kami sejarah pertama kalinya DKKT menyelenggarakan pesta demokrasi ini, bisa semakin menguatkan organisasi ke depan. Baik pemenang, atau yang kalah sama-sama bisa memajukan seni budaya dan memperkaya ruang jembatan di DKKT,” harap Kepler.

Ia merinci sejumlah rekomendasi hasil Musda, yakni wacana penambahan rumpun seni baru yakni seni religi. Di mana, hal itu untuk mewadahi banyaknya potensi kesenian religius islami di Kota Santri untuk dikuatkan.

“Kemudian hasil Musda itu merekomendasikan badut dan pantomin masuk ke rumpun seni pertunjukan, serta ibing silat masuk dalam rumpun seni tari,” katanya.

Kepler menambahkan proses demokrasi yang berakhir happy ending itu, nampak diterima semua kandidat yang mencitrakan proses kompetisi sportif. Saling respek satu sama lain, dan kembali bergandengan untuk memajukan seni budaya daerah. “Pada prinsipnya bagaimana ke depan DKKT bisa sejahterakan, meningkatkan martabat dan dihargainya para seniman budayawan,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat membuka Musda, mengapresiasi terhadap kepengurusan periode sebelumnya, atas dedikasi dalam menggelorakan dunia seni daerah. Ia berharap Musda tidak hanya fokus terhadap pemilihan pengurus baru, namun menjadi momentum evaluasi atas program dan kegiatan sebelumnya.

Baca juga : BI Klaim Inflasi September 2020 di Tasik Terkendali

“Sehingga hasil musyawarah sendiri bisa menjadi bahan rekomendasi dan terobosan bagi DKKT ke depannya,” harap Budi.
Menurutnya Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan negara lain, salah satunya adalah keragaman budaya.

Stakeholder dituntut mampu menjawab tantangan perkembangan jaman dengan tetap menjaga kelestarian budaya yang dimiliki. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.