Bonsai Bisa Tekan Pengangguran

564
0
BUDI DAYA. Ivan Doeloler memperlihatkan tanaman bonsai yang dibudidayakan di rumahnya di Desa Bojongmenger Kecamatan Cijeungjing, Minggu (3/3).IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Budi daya tanaman bonsai di Kabupaten Ciamis bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Hal itu karena budi daya tanaman yang dikerdilkan di pot itu baru dikembangkan di Kecamatan Ciamis, Cijeungjing dan Banjarsari.

Hal tersebut diungkapkan pembudidaya bibit bonsai Ivan Doeloler (24) asal Desa Bojongmenger Kecamatan Cijeungjing. Menurut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis harus menangkap peluang tersebut untuk membantu usaha dan memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat. Dengan begitu, angka pengangguran bisa ditekan. “Tentunya semua itu perlu dukungan dari pemerintah Ciamis juga dalam upaya memajukan pembudidaya bonsai di Kabupaten Ciamis agar lebih luas lagi,” ujar Ivan kepada Radar saat ditemui di rumahnya, Minggu (3/3).

Harga jual tanaman bonsai cukup bernilai. Satu bibit bonsai, baik melalui setek, cangkok maupun biji, bila berumur sudah dua bulan harganya bisa mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. “Bila pemerintah memberdayakan para pembudidaya bonsai setidaknya bisa menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis. Apalagi nantinya dari Ciamis ada ciri khas bonsai jenis baru,” ucap Ivan.

Selain itu, punya keahlian memelihara bonsai juga bisa menjadi sumber pendapatan. Ketika Ivan tinggal di Kopo, Bandung sekitar dua tahun, dia sering diminta merawat bonsai oleh para pencinta tanaman tersebut. Selama sehari, dia bisa dibayar Rp 1,5 juta. Upah itu hanya untuk merawat dan membentuk satu bonsai saja. Sementara itu, bila di Ciamis, memelihara bonsai itu dibayar Rp 700 ribu sehari.

Upah memelihara bonsai itu cukup mahal lantaran perlu ketelitian dan keahlian khusus yang lumayan menguras pikiran. “Saya kiri bila di Ciamis, para pemuda pengangguran bisa dapat pelatihan tata cara memelihara bonsai dengan adanya dukungan dari pemerintah, mereka bisa mendapatkan penghasilan sehari-hari,” tuturnya.

Dilansir dari Wikipedia, bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman dilakukan di pot dangkal yang disebut bon.

Istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai.

Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan—pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat—serta membuat akar menyebar di atas batu. Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah.

Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya. Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut. (isr/snd)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.