Bonus untuk Atlet Berprestasi Masih Rahasia

3
BERTANDING. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih bersama kontingen Porda Kota Banjar sebelum berangkat menuju Bogor Jumat (5/10).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BANJAR – Pemerintah Kota Banjar berencana memberikan bonus kepada atlet yang berhasil meraih medali emas pada perhelatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat di Kota Bogor tahun ini. Namun, bonusnya baru akan dianggarkan di APBD Murni tahun 2019.

“Ada reward untuk atlet Banjar yang meraih emas, tapi tidak dikasih tahu sekarang bonusnya apa karena di perubahan tidak dianggarkan untuk bonus. Jadi nanti di (APBD) murni saja untuk hadiahnya,” ujar Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih usai melepas sepuluh cabor di Pendopo Kota Banjar Jumat siang (5/10).

Ia berharap dengan adanya rencana pemberian bonus, para atlet terpupuk motivasi dan semangatnya dalam bertanding “Maksimal dapat lima emas lah. Keun we ari mimpi mah da harus ya. Itu target kita, lima emas dari seluruh cabor. Yang diunggulkan dari Kota Banjar adalah cabor balap sepeda dan gulat,” tuturnya.

Ade menjelaskan biaya operasional atlet dan perlengkapan bertanding, Pemkot menganggarkan Rp 400 juta untuk kegiatan selama dua minggu di Kota Bogor.

“Kewenangan untuk anggaran atlet sudah kita serahkan ke Dispora. Supaya gampang untuk meng-SPJ-kannya. Dan nanti KONI hanya diberi untuk operasional saja. Kalau kedepannya lancar anggaran ini diurus Dispora, kenapa tidak seterunya ya. Karena di KONI sendiri ada sesuatu hal, sehingga anggaran kita percayakan ke Dispora,” kata Ade Uu.

Sekretaris KONI Kota Banjar Soedrajat Argadireja buka suara. Ia menganggap Pemkot pelit dalam memberikan anggaran untuk kepentingan atlet di pertandingan Porda. Menurutnya angka Rp 400 juta tidak cukup untuk mendulang prestasi.

Bahkan anggaran Rp 200 juta yang sebelumnya disahkan di APBD Murni 2018 untuk pembinaan atlet seluruh cabor, masih diutang.

Padahal ungkapnya, pembinaan atlet itu harus dilakukan sepuluh bulan sebelum pertandingan dengan dorongan anggaran yang cukup dan lancar.

Ia juga menilai persiapan untuk ikut serta dalam Porda serba dadakan. Pasalnya dukungan anggaran dari berbagai lini nampaknya belum siap.

“Sementara anggaran pelaksanaan sampai pelaksanaan kegiatan belum turun. Biaya pembeliaan kelengkapan bertanding belum ada. Wali kota tahu nggak yang kondisinya seperti ini? Ibu wali kota tahu nggak anak buahnya di Dispora kelimpungan setengah mati nyari dana talang,” tanyanya. (cep)

loading...