Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.8%

20.5%

8.5%

66.2%

Bordir Tasik Naik Kelas

98
0
GALERI KIWARI. Kepala KPw BI Tasikmalaya Heru Saptaji foto bersama dengan para pelaku UMKM binaan BI saat peresmian Galeri Kiwari di Jalan Pesantren Al Misbah Nomor 37 Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya 16 Desember 2019. Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya
GALERI KIWARI. Kepala KPw BI Tasikmalaya Heru Saptaji foto bersama dengan para pelaku UMKM binaan BI saat peresmian Galeri Kiwari di Jalan Pesantren Al Misbah Nomor 37 Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya 16 Desember 2019. Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya

TASIK – Tasikmalaya merupakan pioner bordir di Indonesia. Namun eksistensi bordir manual Tasik ini sempat tergerus oleh gempuran bordir komputer. Hal ini mendorong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya untuk kembali membangkitkan bordir Tasik agar bisa berjaya di pasar domestik maupun mancanegara.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, bordir merupakan komoditas unggulan Tasikmalaya yang harus terus didorong untuk kemajuan ekonomi kreatif.

“Kami melihat potensi bordir ini sangat luar biasa. Bordir Tasik dulu sempat berjaya, bahkan dikenal hingga ke mancanegara. Setelah itu bordir Tasik sempat meredup” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Bank Indonesia mulai melakukan langkah nyata melalui pembentukan Klaster Bordir.

“Kami kumpulkan perajin bordir dalam satu klaster untuk diberikan pembinaan dan pendampingan sejak tahun 2015. Perajin diberikan berbagai pelatihan hingga akses pemasaran,” katanya. Perajin didorong untuk bisa menonjolkan ciri khas bordir Tasikmalaya.

Mereka juga diikutkan dalam pameran-pemeran dan fashion show, antara lain Indonesia Fashion Week, Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Jawa Barat. Di sana perajin dipertemukan dengan buyer-buyer potensial, sehingga produk bordir Tasik dikenal luas.

“Apresiasi terhadap bordir Tasik ini bagus, bahkan bordir Tasik diminati oleh konsumen dari berbagai daerah,” katanya.

ISTIMEWA PAMERAN. Kepala Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji (tengah) mengunjungi stand klaster bordir di Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 di Jakarta.
ISTIMEWA
PAMERAN. Kepala Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji (tengah) mengunjungi stand klaster bordir di Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 di Jakarta.

Di tahun-tahun berikutnya klaster bordir ini diberi pelatihan oleh tenaga ahli yaitu Defrico Audry terkait desain dan motif border serta Poppy Darsono terkait cutting dan pewarnaan. Bahkan Klaster Bordir tampil di Fashion Show IFW tahun 2017, 2018 dan KKI 2017-2018.

“Dalam pameran tersebut bordir Tasik diminati pengunjung, dalam waktu sekitar 3 hari klaster bordir binaan Bank Indonesia bisa meraup omzet Rp 500 juta,” katanya.

Pelatihan yang diberikan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas produk, tetapi juga pemasaran terutama secara online.

“Beberapa tahun belakangan ini bordir Tasik kembali jaya dan mampu memikat banyak kalangan. Bordir Tasik tampil lebih berkelas dan variatif. Nilai jualnya pun meningkat,” katanya.

Pada tahun 2019, anggota Klaster Bordir mengikuti kegiatan pendampingan pemasaran ekspor yang dilakukan oleh Redef Kadin Kota Tasikmalaya. Dari pendampingan itu, Mia Bordir bisa melakukan ekspor masker bordir ke Malaysia dan Dawalul Bordir bisa mendapatkan pesanan busana bordir dari Singapura.

Bank Indonesia juga mendorong pemasaran bordir secara online melalui e-commerce dan marketplace. Hal ini untuk mengikuti perkembangan dunia digital yang semakin cepat dan perubahan perilaku konsumen. Penjualan secara online ini juga semakin meningkat dan sekarang menjadi andalan anggota klaster bordir di tengah pandemi Covid-19.

Heru menambahkan, selain pendampingan yang intensif, Bank Indonesia pun mengumpulkan perajin dalam satu galeri yang diberi nama Galeri Kiwari. Galeri ini diresmikan tahun 2019 menampilkan produk-produk dari Dawalul Bordir, Mia Bordir, Tara Bag, Sagitria, Yuyun Bordir, Raisa Bordir, Rumah Kayu Bordir. Selain produk fashion, Galeri Kiwari ini menampung perajin makanan yakni Naza De Coco, Rajawali Abon, Mimiti, Kopi Raja Cigalontang, Saroja Teteh, Gula Semut serta produk dari Wirausaha Binaan Bank Indonesia lainnya.

“Pembinaan ekonomi kreatif bordir ini merupakan salah satu wujud dan komitmen Bank Indonesia dalam berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Salah satu perajin bordir yakni Epi Siti Mudrikah (Pemilik Rumah Kayu Bordir) menceritakan, bordir manual Tasik sudah terkenal di seluruh Indonesia dan banyak dicari.

“Bordir manual yang mengandalkan seni dan kreativitas tangan ini tak mampu mengejar gempuran bordir komputer yang bisa menghasilkan ribuan potong baju dalam sehari, sedangkan yang manual membutuhkan waktu 3 sampai 7 hari untuk membuat satu baju bordir. Jadi secara kuantitas kita ketinggalan,” ujarnya.

GALERI BORDIR. Pemilik Rumah Kayu Bordir Epi Siti Mudrikah menunjukkan aneka produk bordir Tasik yang dipajang di Galeri Kiwari Jalan Cieunteung Kota Tasikmalaya, Rabu (26/8).
GALERI BORDIR. Pemilik Rumah Kayu Bordir Epi Siti Mudrikah menunjukkan aneka produk bordir Tasik yang dipajang di Galeri Kiwari Jalan Cieunteung Kota Tasikmalaya, Rabu (26/8).

Ia mengatakan, setelah diberi pendampingan oleh Bank Indonesia, bordir Tasik ini memang terangkat. Kualitas produk semakin baik bahkan harga jual pun meningkat.

“Jika dulu bordir Tasikmalaya kurang laku karena kita sebagai perajin salah menentukan pangsa pasar. Kini setelah adanya pendampingan dari Bank Indonesia kita jadi tahu market kita, sehingga produk bordir yang kita hasilkan bisa diapresiasi dan dihargai tinggi,” katanya.

Ia menyebutkan, target market bordir manual ini adalah menengah ke atas dan mereka yang punya jiwa seni dan fashion. “Kini satu baju blazer bisa dihargai Rp 1-8 juta. Pangsa pasarnya ada, kini makin banyak orang menghargai bordir Tasik sebagai karya seni yang indah,” ujarnya.

“Saya sangat merasakan, berkat pendampingan dari Bank Indonesia sebagai perajin kreativitas saya berkembang. Di 2020 ini saya mematenkan motif bordir ciri khas saya dan mendapat sertifikat hak cipta cantikawarna,” katanya. Selain itu berkat binaan Bank Indonesia, tercipta kemandirian dan kreativitas usaha. (na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.