Bordir Tasik Tampil di IFW

345
0
Istimewa KOLABORASI. Owner Dawalul Bordir Eva Dawalul Ajmu (kiri) menerima kunjungan desainer Popy Darsono beberapa waktu lalu. Mereka akan berkolaborasi dalam fashion show bordir di IFW 2019.

TASIK – Bordir khas Tasikmalaya akan dipamerkan di Indonesia Fashion Week (IFW) 2019. Perhelatan fashion terbesar di Indonesia tersebut akan digelar di Jakarta Convention Center 27-31 Maret 2019. Pengrajin Tasik yang terlibat dalam IFW tersebut yakni Dawalul Bordir.

Owner Dawalul Bordir Eva Dawalul Ajmu mengatakan suatu kebanggaan baginya karena bisa menjadi bagian dari IFW 2019. Hal ini menjadi kesempatan bagi Dawalul untuk mempromosikan bordir Tasik agar mendunia.

“Dawalul Bordir sudah tiga kali berturut-turut mengikuti IFW. Dua tahun pertama difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya. Tahun ini kita (kepesertaan di IFW, Red) mandiri,” ujar Eva kepada Radar, Selasa (19/3).

Di ajang IFW 2019 Eva akan menampilkan 12 busana bordir terdiri dari blazer, dress, long coat hingga jas pria. “Bordir rancangan kami akan ditampilkan dalam sesi fashion show desainer Popy Darsono. Jadi kami merancang busana bordir untuk di-mixing dengan busana koleksi Popy Darsono,” jelasnya.

Sesuai tema IFW 2019 yakni culture value, Dawalul Bordir mengangkat nilai-nilai kebudayaan Sunda zaman dulu dalam busana ran­cangannya. “Busana yang akan kita tampilkan terinspirasi dari baju-baju kerajaan Sunda zaman dulu. Nuansa megah dihadirkan dari perpaduan warna gold dan hitam,” urainya.

Selain fashion show, sambungnya, di IFW 2019 Dawalul Bordir juga membuka stand yang memamerkan rancangan terbarunya. “Saya optimis produk bordir kita bisa diterima pecinta fashion. Terlebih pada IFW 2018 produk Dawalul Bordir sampai sold out,” katanya.

Produk Dawalul Bordir dibanderol dengan harga mulai Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. Ada harga ada kualitas. Produk Dawalul dibuat secara handmade sehingga lebih ekslusif. Satu motif hanya dibuat maksimal tiga pieces, itu pun dalam size yang berbeda. Modelnya fashionable dan etnik. Jenis kainnya premium. “Kami menyasar segmen menengah ke atas. Misi kami bordir ini bisa menjadi pakaian yang high class,” katanya.

Eva berharap eksistensi Dawalul Bordir bisa menginspirasi UKM atau pengrajin bordir Tasik lainnya. “Saya ingin pengrajin bordir Tasik maju bersama. Bordir Tasik harus lestari dan mendunia,” harapnya.

Eva merasa bangga kini banyak pengrajin bordir yang mulai mengikuti pola dan model Dawalul Bordir. “Saya senang saat pengrajin lain mau berkreativitas dan semangat mengembangkan karyanya. Tantangan kita saat ini harus terus menggali potensi bordir dan berinovasi tanpa henti,” katanya. (na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.